RADARSEMARANG.ID, Semarang – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi rumah susun (Rusun) coba dikejar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, pada tahun ini.
Skenario yang dilakukan, adalah mengejar tunggakan retribusi yang belum dibayarkan penyewa.
Sekretaris Disperkim Kota Semarang Murini Ediati menjelaskan, target PAD dari sektor retribusi coba dimaksimalkan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dari sebelumnya Rp 4 miliar naik menjadi Rp 5 miliar.
“Skenario kita adalah mengejar tunggakan sewa rusun, makam dan lainnya. Tidak dengan menaikkan biaya sewa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Pipie, sapaannya, menerangkan, meskipun target PAD meningkat, obyek rusun tidak mengalami penambahan.
Disperkim memiliki delapan rusun yakni Plamongansari, Karangroto, Bandarharjo, Pekunden, Kaligawe, Kudu, Jrakah, dan Sawah Besar.
Dari sisi tunggakan, lanjut Pipie, dinilai cukup besar yakni sekitar Rp 5 miliar. Pihaknya pun terus melakukan monitoring agar tunggakan retribusi bisa tertagih dengan baik.
Sementara sampai Juli lalu, sudah 53 persen tertagih sekitar Rp 3 miliar. Sisanya sebesar Rp 2 miliar terus ditagih sebelum tutup tahun.
“Karena kalau tidak (ditagih) bisa menjadi temuan (BPK), sehingga kita ingin maksimalkan,” tuturnya.
Disinggung penambahan rusun, menurut Pipie, memang ada rencana pembuatan rusun baru di Mangunharjo Kecamatan Tugu. Namun untuk anggaran pembangunan diupayakan bantuan dari Kementerian PUPR.
“Nanti dibangun dari bantuan Kementerian PUPR, Disperkim hanya menyiapkan lahan. Dan lahannya sudah, ada aset Pemkot di sana,” pungkasnya. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi