
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fakta baru terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa, 22, di rumah kos Gang Garuda, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).
Salah seorang saksi dalam rekonstruksi mengungkap bahwa motor milik korban kemudian dijual dengan harga Rp6 juta. Proses transaksi dilakukan melalui sistem cash on delivery (COD) pada malam yang sama setelah peristiwa pembunuhan.
Saksi mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa motor yang hendak dijual tersebut merupakan milik korban. Ia hanya mengetahui adanya permintaan untuk mengantarkan motor guna melakukan transaksi.
"Yo, asline iki ra ngerti, Pak, nek motor e nggone korban. Cuman kan kuwi ngomong ambek aku dalam artian iki kon ngaterke COD," ungkap saksi VAW, usai rekonstruksi di rumah kos wilayah Candisari, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Tangis dan Amarah Keluarga Mozza Pecah Saat Rekonstruksi Pembunuhan
Saksi menyebut, transaksi COD tersebut sebenarnya dilakukan dua kali. Transaksi pertama direncanakan berlangsung di kawasan Kota Lama Semarang. Namun, calon pembeli pertama tidak datang sehingga transaksi gagal.
"COD ping kalih. Sing setunggal gagal, soale sing nuku ra sido teko," bebernya.
Setelah transaksi pertama gagal, kemudian muncul calon pembeli berikutnya. Lokasi COD berpindah ke kawasan Banyumanik. Motor tersebut kembali ditawarkan dengan harga yang sama, yakni Rp 6 juta.
"Sing ke-2 di daerah Banyumanik," katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



