Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Coca-Cola Europacific Partners Latih UMKM Ritel Naik Kelas

A
Penulis: Adrianto Ismawan❯
Puluhan pelaku UMKM ritel di Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya mendapat pelatihan transformasi bisnis dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Puluhan pelaku UMKM ritel di Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya mendapat pelatihan transformasi bisnis dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Puluhan pelaku UMKM ritel di Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya mendapat pelatihan transformasi bisnis dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.


Advertisement

Mereka diajari menata ulang toko, memasarkan produk, hingga memanfaatkan pembayaran digital. Semua itu untuk menarik konsumen sekaligus mengefisienkan transaksi.

Regional Manager Western Central Java Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Krisnanto Anggoro, menegaskan program ini ditujukan membantu pemilik toko tradisional naik kelas.

“Secara umum, harapannya melalui training ini seluruh outlet bisa meningkatkan omzet, sehingga bisnis mereka ikut bertumbuh," ujarnya dalam pelatihan bertema Navigating The Impact Transforming Traditional Businesses di Hotel Noormans Semarang, Selasa (16/9).

Advertisement

Pelatihan diberikan gratis dengan materi praktis dan mudah diterapkan.

Peserta diajarkan strategi sederhana, mulai dari penataan produk agar lebih menarik, menghindari risiko kedaluwarsa, sampai penggunaan QRIS untuk mempermudah pembayaran.

“Harapannya para pemilik toko retail bisa naik kelas, omzetnya tumbuh, dan mereka bisa memanfaatkan teknologi pembayaran digital,” tambah Krisnanto.

Advertisement

Menurutnya, salah satu pembeda utama toko tradisional dengan modern adalah tata letak dan pencahayaan.

Karena itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep layout, mulai dari penempatan kulkas, kasir, hingga rak yang lebih rapi agar toko terlihat nyaman.

Program ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat UMKM. Bentuknya lewat pembiayaan, edukasi, hingga bantuan langsung.

“Dengan dukungan ini, pelaku usaha kecil bisa memiliki modal mengembangkan usaha sehingga perputaran uang meningkat dan ekonomi tumbuh,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Tasropi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola komunikasi pelanggan dan kanal penjualan.

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Wakil Ketua Fraksi PPP sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ja'far Shodiq, menegaskan bahwa ratusan ribu penganggur tersebut bukan sekadar

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi menegaskan, 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota harus bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer