Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gandeng FTIK UIN Salatiga, Boyolali Percepat Sertifikasi Guru

Dhinar Sasongko • Jumat, 26 September 2025 | 17:08 WIB
UIN Salatiga resmi menggandeng Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Boyolali.
UIN Salatiga resmi menggandeng Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Boyolali.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Boyolali mendapat dorongan baru.

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga resmi menggandeng Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Boyolali.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) itu digelar di ruang rapat dekan FTIK, Jumat (26/9).

Kesepakatan tersebut difokuskan pada percepatan sertifikasi guru, sebagai langkah penting untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik di Boyolali.

Sertifikasi guru menjadi salah satu syarat agar pengajaran di sekolah sesuai standar nasional dan bisa menjawab kebutuhan pendidikan saat ini.

Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof Dr Rasimin M.Pd, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan rencana revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

Pemerintah tengah membahas perluasan wajib belajar dari sembilan tahun menjadi 13 tahun. Menurutnya, tambahan masa wajib belajar memberi ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan.

“Jika revisi UU Sisdiknas ini disahkan, anak Indonesia wajib menempuh pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA. Ini memperluas akses pendidikan dan membuka kesempatan yang sama bagi generasi bangsa, termasuk daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal,” jelasnya.

Rasimin menambahkan, pendidikan yang lebih lama memberi keuntungan besar bagi generasi muda.

“Kebutuhan kerja saat ini semakin beragam. Dengan pendidikan yang lebih panjang, anak-anak bisa lebih siap menghadapi tuntutan ke depan. Hal ini juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di waktu mendatang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemitraan dengan BKSDM Boyolali menjadi kunci mempercepat sertifikasi guru. Selama ini, proses sertifikasi sering terkendala birokrasi panjang.

Dengan adanya langkah bersama ini, jalurnya bisa lebih ringkas sehingga semua guru di Boyolali dapat memenuhi standar nasional. Dengan semakin banyak guru tersertifikasi, kualitas pembelajaran di kelas diyakini meningkat.

Guru yang tersertifikasi memiliki kompetensi lebih terukur, sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih baik.

Kepala BKSDM Kabupaten Boyolali, diwakili Bianto, S. Pd, M. M Kepala Bidang PSDM, menyambut baik hubungan ini.

Menurutnya, pendidikan adalah dasar penting untuk pembangunan daerah. Penandatanganan PKS ini menunjukkan kesungguhan Pemkab Boyolali dalam memperbaiki kualitas pendidikan.

Ia menegaskan, pihaknya segera menyiapkan langkah-langkah praktis agar guru di Boyolali bisa lebih cepat tersertifikasi.

Bianto optimistis peningkatan jumlah guru tersertifikasi akan membawa pengaruh besar pada mutu pendidikan.

“Kalau guru mengajar sesuai standar, maka siswa juga menerima pembelajaran yang lebih baik. Ini berarti kita sedang menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi kebutuhan zaman,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut, FTIK UIN Salatiga dan BKSDM Boyolali telah menyusun roadmap dengan fokus percepatan sertifikasi guru.

Dokumen itu diharapkan menjadi panduan agar sinergi ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan saja, melainkan terus berjalan konsisten.

Selain sertifikasi, bentuk kebersamaan ini juga membuka peluang lain di bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat.

Dengan begitu, kampus bisa ikut terlibat langsung dalam peningkatan pendidikan di daerah.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai bisa melahirkan terobosan penting dalam peningkatan pendidikan.

Boyolali diharapkan bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mempercepat sertifikasi guru. “Langkah bersama ini harus menjadi pijakan penting.

Jika berhasil, Boyolali bisa menginspirasi daerah lain. Akhirnya, mutu pendidikan nasional pun meningkat secara merata,” pungkas Bianto.

Acara penandatanganan berlangsung tertib dan lancar. Peristiwa itu memperlihatkan eratnya hubungan antara kampus dan pemerintah daerah dalam mencetak tenaga pendidik yang berkompeten, berkualitas, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.(sas)

Editor : Tasropi
#Rasimin #sertifikasi guru #UIN Salatiga