RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Selain program field trip atau study tour wajib, SD Muhammadiyah plus Salatiga juga memiliki program study tour internasional, yakni ke Singapura dan Malaysia.
Program field trip internasional ini berbeda dengan sebelumnya. Sifatnya tidak wajib. Hanya yang berminat saja untuk ikut program ini.
Tahun ini tercatat hanya 35 anak yang ikut dalam kegiatan ini. Mereka berangkat Senin (13/5/2024) mendatang.
Mereka akan studi ke atase Indonesia untuk Singapura, sekolah internasional islamic school Malaysia (IIMS) dan sejumlah lokasi lainnya.
Rombongan akan berangkat dari bandara Yogyakarta Internasional Airports (YIA).
Diberitakan sebelumnya, kegiatan study tour SD Muhammadiyah plus Salatiga viral setelah video mereka naik pesawat untuk ke Jakarta ramai di media sosial.
Field trip tahun ini diikuti 184 siswa kelas V. Biaya yang diperlukan dalam fieldtrip yakni kisaran Rp 3 juta.
Orang tua juga sudah diinformasikan sejak awal, maka wali murid bisa menabung. Boleh di koperasi sekolah atau di luar sekolah.
Kepala SD Muhamadiyah Plus Salatiga Dwi Wuryandari membantah semua tudingan negatif yang di lontarkan warga net.
Mulai dari tudingan budaya hedonis hingga tidak adanya manfaat dalam kegiatan ini.Bahkan ada yang menyoroti membooking pesawat untuk ke Jakarta.
Baca Juga: Orang Tua Siswa Bilang Begini Soal Viral Study Tour Naik Pesawat SD Muhammadiyah Plus Salatiga
"Kegiatan field trip ini sudah berlangsung mulai 2011 lalu. Dan tidak tahu mengapa baru tahun ini viral di medsos," tutur Dwi Wuryandari didampingi Wiwik Widyastuti, Waka Kesiswaan.
Kegiatan ini bersifat wajib dan sudah diberitahu sejak masuk sekolah kelas 1."Karena sudah diinformasikan sejak awal, maka wali murid bisa menabung. Boleh di koperasi sekolah atau di luar sekolah," jelasnya.
Sedangkan untuk program study tour internasional, yakni ke Singapura dan Malaysia, biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 7,5 juta selama empat hari. (sas/bas)
Baca Juga: Viral Study Tour Naik Pesawat SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Begini Kata Kepala Sekolah
Editor : Baskoro Septiadi