RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemerintah Desa di wilayah Kecamatan Wedung mengalokasikan anggaran penurunan stunting secara khusus dari dana desa (DD). Dengan anggaran ini, pemerintah desa setempat bisa menekan angka stunting tiap tahunnya.
Camat Wedung, Mulyanto mengungkapkan, dengan dana DD itu, penanganan stunting berbasiskan alamat atau by name by address. Dengan dasar alamat anak stunting ini, maka penanganan dilakukan berdasarkan data riil di lapangan.
"Dengan by name by address, maka dari sisi penganggaran akan lebih mudah. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan data jumlah anak yang ditemukan petugas dilapangan,"katanya.
Dia mencontohkan, bila seorang anak stunting harus ditangani dengan standar perawatan selama 130 hari, maka harus sesuai dengan ketentuan tersebut. Biasanya, selama 130 hari diberikan makanan tambahan (PMT) plus susu. Pemberian PMT biasanya lewat Posyandu.
"Kalau memang 130 hari dirasa masih belum selesai, maka bisa diteruskan. Bisa dengan PMT yang biasa,"ujarnya.
Menurutnya, di Kecamatan Wedung sudah tidak ada desa lokus stunting. Tahun lalu, masih ada di Desa Tedunan. Sedangkan, tahun 2024 ini sudah tidak ada lokus desa stunting.
"Tinggal satu dua yang kena stunting. Yang lain sudah mentas. Sebelumnya, kalau desa yang penduduknya besar itu yang kena stunting bisa 8 sampai 10 anak,"katanya.
Mulyanto menambahkan, asupan makanan bergizi yang tercukupi berhasil menurunkan angka stunting di Kecamatan Wedung.
"Stunting dipengaruhi banyak faktor. Karena faktor perilaku, budaya, ekonomi miskin, minimnya pendidikan, faktor genetik dan lainnya.
Dia menambahkan, penanganan stunting biasanya akan dievaluasi pada awal Januari. Sebab, penanganan setahun harus selesai terlebih dulu.
Kepala Dinpermades P2KB Pemkab Demak Taufik Rifai berharap, penanganan stunting bisa berjalan masif sehingga dampak penurunannya juga dapat dirasakan masyarakat.
"Kalau masyarakatnya sehat dan bergizi, maka tidak ada stunting lagi di Demak. Karena itu, model keroyokan terus kita jalankan supaya stunting bisa diatasi bersama-sama,"katanya. (Adv/web/2.301 karakter/hib)
Editor : Agus AP