Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sama-Sama Yamaha 2-Tak, Ini Alasan Force 1 Lebih Populer daripada Sigma

S
Penulis: Sulistiono❯
Saat hadir mewarnai jalanan di Indonesia, Yamaha Sigma kalah populer dibanding saudaranya, Yamaha Force One. (Ilustrasi: Sulistiono)
Saat hadir mewarnai jalanan di Indonesia, Yamaha Sigma kalah populer dibanding saudaranya, Yamaha Force One. (Ilustrasi: Sulistiono)

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID - Di era tahun 1990an, Yamaha pernah menelorkan dua produk motor bebek 2Tak. Keduanya adalah Yamaha Sigma dan Yamaha Force One. Yamaha Sigma hadir untuk meneruskan pendahulunya Yamaha Alfa.

Namun nasib Yamaha Sigma saat itu kalah bersinar dibanding saudaranya, Yamaha Force One. Force 1 diperkenalkan pada 1992, sedangkan Yamaha Sigma hadir pada pertengahan hingga akhir 1990-an.

Advertisement

Sejumlah referensi otomotif mencatat Sigma sebagai motor yang diperkenalkan pada 1997. menyebut motor ini diposisikan sebagai penerus Alfa IIR di segmen bebek 2-tak entry-level.

1. Yamaha Force 1 Membawa Citra Sporty Sejak Awal

Advertisement

Yamaha Force 1 menjadi salah satu motor bebek 2-tak yang mudah dikenali oleh penggemar otomotif era 1990-an. Motor ini diperkenalkan pada 1992 dengan desain yang terlihat lebih agresif dibandingkan model bebek konvensional pada masanya.

Bodi meruncing, buritan meninggi, dan garis desain yang tegas membuat Force 1 memiliki penampilan sporty. Citra tersebut turut diperkuat melalui strategi promosi Yamaha. Dalam iklan pada zamannya, Force 1 dikaitkan dengan gambaran pesawat jet tempur.

Pendekatan tersebut mempertegas kesan modern dan bertenaga yang ingin dibangun untuk motor ini. Force 1 memang ditujukan untuk memperkuat posisi Yamaha di pasar bebek, termasuk membidik konsumen muda di perkotaan.

Kesan sporty ini kemudian berlanjut melalui pengembangan keluarga Force 1, termasuk F1-Z dan F1Z-R. Rangkaian model tersebut membantu nama Force 1 tetap dikenal oleh penggemar motor bebek 2-tak.

2. Yamaha Sigma Lebih Dekat dengan Segmen Harian

Berbeda dari Force 1, Yamaha Sigma hadir sebagai pilihan bebek 2-tak yang lebih berorientasi pada kebutuhan sehari-hari. Motor ini menggunakan mesin berkapasitas 102,1 cc, satu silinder, dua langkah, dan berpendingin udara.

Kapasitas tersebut sama dengan yang digunakan Yamaha Alfa IIR, menurut laporan Otomotifnet mengenai unit Sigma yang masih tersimpan dalam kondisi baru pada 2020.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Masih Ingat Kawasaki GTO 125? Motor 2-Tak Lawas dengan Teknologi Unik

Masih Ingat Kawasaki GTO 125? Motor 2-Tak Lawas dengan Teknologi Unik

Kawasaki GTO 125 atau Binter GTO merupakan motor 2-tak klasik era 1980-an. Simak sejarah, teknologi rotary disc valve, desain, dan keistimewaannya.

Sebelum Era Supra, Kawasaki Punya Binter Joy, Motor Bebek dengan Teknologi CDI

Sebelum Era Supra, Kawasaki Punya Binter Joy, Motor Bebek dengan Teknologi CDI

Binter Joy merupakan motor bebek Kawasaki 85 cc era 1980-an. Simak sejarah, mesin 4-tak, suspensi teleskopik, fitur CDI, dan keistimewaannya.

Mengenal Yamaha Sigma, Bebek 2-Tak 102 Cc yang Namanya Kalah Populer dari Force 1

Mengenal Yamaha Sigma, Bebek 2-Tak 102 Cc yang Namanya Kalah Populer dari Force 1

Yamaha Sigma merupakan motor bebek 2-tak 102,1 cc yang hadir pada era 1990-an. Simak sejarah, karakter mesin, desain, dan alasan pamornya kalah dari Force 1.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer