Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Speling, Cara Ahmad Luthfi Mengobati Warga Jateng

I
Penulis: Iskandar❯
Iskandar.
Iskandar.

Advertisement

 

Oleh: Iskandar, Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID - DOKTER biasanya ditunggu di rumah sakit, puskemas, klinik atau tempat praktik si dokter. Alurnya: pasien datang, antre, diperiksa, lantas pulang. Tapi, bagaimana kalau sesekali dokter yang datang? Bukan pasien yang pergi mencari dokter. Justru dokternya yang mendatangi pasien. Di situlah menariknya Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di Jawa Tengah. Program ini digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Gagasannya sederhana: mendekatkan dokter spesialis kepada masyarakat.

Advertisement

Utamanya, bagi masyarakat yang selama ini berhadapan dengan tiga persoalan sekaligus. Pertama jarak; kedua, biaya; ketiga adalah akses. Bagi orang kota, bertemu dokter spesialis mungkin bukan perkara besar. Rumah sakit di mana-mana. Kendaraan tersedia. Pilihan dokter juga banyak. Namun bagi orang desa, yang jauh dari pusat kota, tentu beda cerita. Untuk bertemu dokter spesialis, bisa harus pergi puluhan kilometer. Perlu ongkos kendaraan. Waktu seharian bahkan bisa habis hanya untuk pergi dan pulang. 

Nah, program Speling, datang dengan pendekatan berbeda. Mulai bergulir pada Maret 2025, program ini membawa layanan dokter spesialis mendekat ke masyarakat. Sampai ke balai desa. Gratis. Cukup menunjukkan kartu identitas. Balai desa yang biasanya difungsikan untuk rapat, pelayanan administrasi, atau pertemuan warga, pada hari tertentu berubah menjadi tempat pelayanan kesehatan. Ada dokter. Ada pemeriksaan. Ada skrining, juga ada harapan bahwa penyakit bisa diketahui lebih awal. 

Advertisement

Lima layanan utama menjadi perhatian Speling: skrining TBC, pemeriksaan kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita, utamanya untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Ini penting. Sebab, pelayanan kesehatan bukan hanya soal mengobati orang yang sudah sakit. Terpenting, justru menemukan penyakit sebelum terlambat.

Hingga 13 Agustus 2026, Speling sudah dilaksanakan 1.553 kali di 1.378 desa. Mencakup 465 kecamatan di 35 kabupaten/kota. Sebanyak 128.109 mendapatkan layanan kesehatan. Ada cerita yang lebih penting di balik angka itu. Yakni, penyakit yang berhasil diidentifikasi. Misalnya ibu hamil (bumil). Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 15.848 bumil telah menjalani pemeriksaan antenatal care. Sebanyak 12.537 bumil dinyatakan normal. Tetapi ada 3.311 orang yang butuh pemantauan dan penanganan lebih lanjut. 

Pertanyaannya sederhana: bagaimana kalau mereka tidak diperiksa? Mungkin sebagian tetap merasa sehat. Padahal ada sesuatu yang perlu diawasi. Di situlah arti penting deteksi dini. Pun, TBC. Sebanyak 53.463 warga sudah mengikuti skrining. Dari sana ditemukan warga yang teridentifikasi suspek TBC maupun yang butuh pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan uji Mantoux.

Lalu, ada kesehatan jiwa. Melalui Speling, sebanyak 37.605 warga telah mengikuti skrining kesehatan mental. Hasilnya, 1.358 orang teridentifikasi butuh penanganan lebih lanjut. Kemudian kanker serviks. Tercatat, 5.915 perempuan telah menjalani pemeriksaan. Hasilnya, ada 497 kasus yang butuh penanganan khusus. Juga penyakit lainnya.

Sejalan dengan WHO

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jangkau 109 Ribu Warga, Setya Arinugraha Minta Layanan Dokter Spesialis Keliling Terus Disempurnakan

Jangkau 109 Ribu Warga, Setya Arinugraha Minta Layanan Dokter Spesialis Keliling Terus Disempurnakan

Jangkau 109 Ribu Warga, Setya Arinugraha Minta Layanan Dokter Spesialis Keliling Terus Disempurnakan

Speling Menyisir Pelosok Desa, TBC dan Stunting Tak Dibiarkan Berkembang di Jateng

Speling Menyisir Pelosok Desa, TBC dan Stunting Tak Dibiarkan Berkembang di Jateng

Pelaksanaan Speling juga terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat. Per 17 Mei 2026, capaian CKG di Jawa Tengah telah menjangkau 8.810.798 orang atau sekitar 22,91 persen

Karhutla Gunung Lawu Belum Tuntas Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran

Karhutla Gunung Lawu Belum Tuntas Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran

Karhutla Gunung Lawu kembali memunculkan titik api baru di Gondosuli, Karanganyar. Sebanyak 68.000 liter air telah dijatuhkan lewat water bombing.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer