Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

STKIP PGRI Tempat Saya Belajar Sesungguhnya

L
Penulis: Leak Kustiyo❯
Leak Kustiyo, Direktur Utama Harian Jawa Pos, Alumni UPGRIS
Leak Kustiyo, Direktur Utama Harian Jawa Pos, Alumni UPGRIS

Oleh: Leak Kustiyo


Advertisement

RADARSEMARANG.ID - Saya punya tafsir atas makna, diksi, arti, dan perspektif dari kata "belajar" yang sangat khusus yang saya simpulkan sebagai corak pribadi hidup saya.

Belajar adalah kata yang membuat hati tenteram dan relatif cocok dengan anatomi tubuh saya. Ketika saya mulai tahu bahwa saya adalah anak seorang guru Sekolah Dasar yang tugasnya mengajar, saya mulai meraba-raba apa itu belajar.

Mengapa harus mengerjakan PR. Buat apa setiap pagi ke sekolah. Mengapa saya tidak bisa pintar seperti teman-teman saya yang lain. Kenapa saya harus mengulang ujian, mengulang lagi, dan tidak segera lulus, lalu diwisuda.

Advertisement

Ketika saya tidak berhasil meraih suatu hal, saya langsung tahu penyebab utamanya, yaitu: saya kurang belajar.

Dalam penggalan-penggalan waktu sepanjang hidup, ternyata, saya hanya mengisinya dengan satu hal: belajar. Tak lebih dari itu.

Belajar menyadari ketidak-mampuan. Belajar menghadapi krisis. Belajar memahami perubahan, chaos, bertahan, ambil posisi start di depan agar tidak tertinggal lagi, dan seterusnya.

Advertisement

Saat menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Persatuan Guru Republik Indonesia --sekarang UPGRIS-- saya merasa diumbar untuk pesta-pora belajar.

Belajar mencukupi makan sendiri, pagi sampai sore saya bekerja di pabrik meubel di Semarang barat. Belajar mencari penghasilan tambahan, saya menjadi penulis freelance di Suara Merdeka.

Belajar seni dan politik, saya mengisi rubrik karikatur di banyak media. Belajar mengisi waktu senggang dan hari libur, saya berjualan kartu ulang tahun buat remaja yang sedang pacaran di emperan Toko Oen Jalan Pemuda.

Malam hari? Saya belajar di STKIP PGRI Jalan Lontar No 1 Semarang. Belajar manajemen dan memimpin media, saya memimpin redaksi dan mendesain cover majalah Vokal.

Ketika pesawat Boeing banyak mengalami kecelakaan dan jatuh, CEO Boeing harus meminta maaf ke seluruh negara di dunia. Untuk Indonesia, Jawa Pos adalah koran yang dipilih untuk menyampaikan permintaan maaf itu.

Ketika media sosial dinilai menimbulkan dampak negatif pada masyarakat, Facebook juga harus menjelaskan duduk persoalannya ke seluruh dunia. Di Indonesia, media yang dianggap proper untuk menyampaikan penjelasan itu adalah juga harian Jawa Pos. Media yang sekarang saya pimpin, dengan modal belajar memimpin media sebelumnya di majalah kampus: Vokal.

SD Inpres di Jalan Lontar samping utara gedung perkuliahan STKIP PGRI bagi mereka yang mengambil kuliah malam hari sekarang sudah tidak ada bekasnya. Sisa-sisanya hanya ada dalam ingatan saya. Saya juga tinggal mengenali Dr Sri Suciati sebagai rektor yang sabar mengajar dan teguh.

Imajinasi saya, mahasiswa UPGRIS adalah pribadi-pribadi yang doyan belajar seperti saya. Bedanya, mahasiswa UPGRIS sekarang lebih pintar, lebih cakep, lebih modern. Selamat kepada para mahasiswa yang diwisuda hari ini.
Selamat belajar di tempat yang baru, hidup di tengah masyarakat. (*)

Direktur Utama Harian Jawa Pos, Alumni UPGRIS

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ferry Irwandi Bagikan Rahasia Storytelling yang Mampu Menggerakkan Banyak Orang

Ferry Irwandi Bagikan Rahasia Storytelling yang Mampu Menggerakkan Banyak Orang

Kemampuan bercerita atau storytelling menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Konten kreator sekaligus aktivis Ferry Irwandi mengajak mahasiswa untuk menyampaikan pesan.

UPGRIS Tambah Guru Besar Ekonomi Pembangunan

UPGRIS Tambah Guru Besar Ekonomi Pembangunan

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menorehkan prestasi. Kampus yang selama ini dikenal sebagai pencetak tenaga pendidik kini resmi mengukuhkan guru besar ke-12 di bidang ilmu murni ekonomi pembangunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer