RADARSEMARANG.ID - Prabowo Subianto telah resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia ke 8 pada hari ini, 20 Oktober 2024.
Upacara pelantikan Presiden Indonesia ini berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks DPR/MPR di Senayan, Jakarta.
Prabowo Subianto menggantikan peran Presiden Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia sebelumnya, dengan masa periode 2024-2029.
Dikabarkan, pelantikan Presiden Indonesia ini dihadiri oleh berbagai tamu penting, termasuk perwakilan dari 35 negara sahabat.
Adapun 35 negara tamu undangan ini terdiri dari kepala negara, wakil kepala negara, mantan kepala negara, dan utusan khusus.
"Sedikitnya perwakilan 35 negara sahabat juga turut diundang hadir ke pelantikan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden. 2024-2029," ucap seorang host di acara pelantikan yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, pada Minggu (20/10).
Menurut keterangannya, dari daftar 35 negara tersebut terdapat perwakilan 23 negara pertama yang dipresentasikan oleh pimpinan mereka.
Sementara sisanya juga dipresentasikan melalui mantan kepala negara dan utusan khusus di acara pelantikan Presiden Indonesia ini.
Berikut ini daftar 35 negara yang diundang hadir di acara pelantikan Presiden Indonesia ke 8, Prabowo Subianto, dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka.
Negara kawasan Asia:
1. Brunei Darussalam
2. Filipina
3. Kamboja
4. Korea Selatan
5. Malaysia
6. Papua Nugini
7. Singapura
8. Timor-Leste
9. Tiongkok
10. Laos
11. Vietnam
12. Qatar
13. Thailand
14. Turki
15. Arab Saudi
16. Uni Emirat Arab
17. Yordania
18. Jepang
19. India.
Negara Kawasan Oseania:
1. Kepulauan Solomon
2. Vanuatu
3. Australia
4. Selandia Baru
5. Fiji.
Negara Kawasan Eropa:
1. Serbia
2. Rusia
3. Jerman
4. Britania Raya
5. Italia
6. Kanada
7. Prancis.
Negara lainnya:
1. Amerika Serikat
2. Brazil
3. Mesir
4. Muslim Council of Elders.
Diketahui lebih lanjut, kehadiran mereka dalam pelantikan Presiden Indonesia ini menandai pentingnya hubungan diplomatik dengan negara-negara tersebut.
Disamping itu, pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Editor : Baskoro Septiadi