Selain itu, ada sebagian perubahan jadwal keberangkatan. Itu seiring PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2023.
Saat ini KAI masih menggunakan Gapeka 2021. Gapeka merupakan pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api.
Gapeka digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api.
Baik itu mulai berangkat, berhenti, datang, bersilang, hingga penyusulan yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta.
”Salah satu manfaat yang dapat dirasakan pelanggan pada Gapeka 2023 ini adalah efisiensi waktu perjalanan KA,” ungkap VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya kemarin (4/5).
Dengan diterapkannya Gapeka 2023, lanjut dia, akan terdapat percepatan waktu tempuh perjalanan KA jarak jauh. Total 2.727 menit per hari.
Perinciannya, efisiensi 335 menit pada KA argo, 405 menit pada KA eksekutif, 1.433 pada KA eksekutif campuran, dan 554 menit pada KA ekonomi.
Contoh kereta yang mengalami percepatan waktu tempuh perjalanan adalah KA Mutiara Selatan relasi Surabaya Gubeng–Bandung.
Perjalanannya lebih singkat 72 menit, dari sebelumnya 12 jam 15 menit menjadi 11 jam 3 menit.
Kemudian, KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng lebih singkat 61 menit. Dari sebelumnya 11 jam 31 menit menjadi 10 jam 30 menit.
”Pada Gapeka 2023 juga akan terdapat pertambahan jumlah perjalanan KA. Pada KA penumpang bertambah 48 perjalanan dari 605 KA menjadi 653 KA dan KA barang bertambah 6 KA dari 322 KA menjadi 328 KA,” terangnya.
Selain waktu tempuh, kata Joni, mulai keberangkatan 1 Juni 2023 dan seterusnya atau sejak diberlakukannya Gapeka 2023 akan ada perubahan jadwal keberangkatan.
Karena itu, pelanggan diimbau memperhatikan kembali jadwal yang tertera pada tiket.
Perubahan jadwal keberangkatan tersebut, di antaranya, terjadi pada KA Airlangga relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
”Mulai 1 Juni nanti, KA Airlangga relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen itu berangkat pukul 10.35 WIB dari jadwal semula pukul 12.25 WIB,” ujarnya.
Joni menjelaskan, berbagai faktor melatarbelakangi perubahan Gapeka tersebut. Di antaranya, adanya jalur ganda di lintas Gedebage–Haurpugur, pengoperasian lintas double-double track (DDT) Cakung–Bekasi, peningkatan kecepatan prasarana di berbagai lintas hingga 120 km per jam, perubahan sistem persinyalan, serta pengoperasian BH 1120 lintas Bumiayu–Linggapura. (gih/c17/fal) Editor : Agus AP