RADARSEMARANG.ID - Lagu 11 Januari bisa dikatakan sebagai lagu hari ini karena persamaan judul lagu dan tanggal pada hari ini.
Namun lagu yang menjadi hits dari grup band GIGI ini masih sering didengarkan oleh pecinta musik Indonesia.
Lagu yang dinyanyikan oleh Armand Maulana ini, sukses menyisakan kesan yang mendalam bagi siapapun yang merasakan kedalaman maknanya.
Namun banyak yang bertanya mengapa GIGI dan Arman Maulana menuliskan lagu sesuai tanggal hari ini.
Ternyata ada makna yang dalam saat penulisan lagu yang dibawakan Armand Maulana dan band GIGI.
Lagu ini dirilis dalam album “Peace, Love And Respect” pada 16 Mei 2007, didalamnya terdapat sepenggal kisah cinta Armand dan Dewi Gita.
Diketahui Armand dan Gita menikah pada 11 Januari 1994, sehingga hari ini tepat 30 tahun pernikahan mereka.
Sehingga lagu 11 Januari adalah wujud rasa cinta Armand Maulana terhadap Istrinya itu.
Armand Maulana sebagai vokalis, merasakan bahwa lagu ini bukanlah lagu biasa, dan bahkan memiliki nyawa tersendiri.
Pasalnya, ternyata, ‘11 Januari’ adalah saksi bisu pertaruhan rumah tangganya dengan sang istri, Dewi Gita.
Mulanya awal lagu ini dibuat Armand Maulana mengaku mendapat ancaman surat cerai di depan mata dari sang istri.
Menariknya, ancaman tersebut justru disebabkan hanya karena Armand Maulana kerap lupa tanggal hari jadi pernikahannya, yang jatuh pada 11 Januari.
“Dia selalu lupa, selalu aku yang ingatkan. Dia nggak mau mengingat tanggal pernikahan. Kesel ya, pegel hati. Akhirnya pas anniversary yang ke-10, aku kasih surat yang panjang,” kata Dewi Gita, dilansir dari jawapos.com,
“Kalau anniversary yang ke-11 masih lupa juga, saya akan kasih surat cerai,” tambahnya.
Menyadari ancaman yang tak main-main itu, Armand Maulana langsung mengajak rekan-rekannya untuk membuat lagu bertema cinta.
Dalam pembuatannya, Dewa Budjana menjadi yang turut andil dalam pembuatan melodi 11 Januari.
“Melodinya yang buat Budjana dan saya bikin liriknya. Untungnya lagu itu meledak. Jadi, saya ingat hari pernikahan saya dan Dewi,” kata Armand Maulana.
Meski sudah berusia 17 tahun, namun lagu ini masih sering terdengar dan bahkan meninggalkan kesan tersendiri bagi pendengar.
Editor : Baskoro Septiadi