RADARSEMARANG,ID- Arab Saudi memang negara yang terkenal dengan aturan yang ketat, negara kerajaan ini bahkan dikenal sebagai negara dengan tingkat otoriter tertinggi ke 7 di dunia.
Otoriter sendiri adalah sistem pemerintahan yang membatasi setiap gerak-gerik warganya.
Sistem ini dikarenakan Arab Saudi adalah negara monarki yang masih berbentuk kerajaan dengan silsilah kepemimpinan raja yang sah.
Kerajaan Arab Saudi berpegang teguh dengan kepemimpinan raja yang berlandaskan aturan agama Islam.
Karena hal itu, Arab Saudi melarang segala bentuk hiburan yang bagi syariat Islam haram.
Tetapi setelah perombakan aturan yang diinisiasi oleh Putra Mahkota, Mohammed bin Salman
Dilansir nu.online, rakyat Saudi lelaki maupun perempuan sekarang bisa menonton bioskop, bisa merayakan natal dan bisa menghadiri konser musik.
Tidak lain, pencabutan beberapa larangan tersebut adalah bagian dari Visi 2030 yang digagas sang Putera Mahkota.
Untuk menyukseskan agendanya itu, MBS melakukan berbagai macam reformasi dan modernisasi.
Yang unik, kemarin (1/12) menjadi awal sejarah baru bagi permusikan di Arab Saudi.
Band Cryptopsy yang merupakan band bergenre Death Metal, menjadi band metal pertama yang melangsungkan konser di Arab Saudi.
Dipromotori oleh Syrup Stage Cryptosy manggung di Ibukota Riyadh untuk pertama kali.
Riyadh sendiri menjadi kota pertama yang didatangi oleh band cadas ini di Asian Tour mereka.
Sebelum nantinya akan hadir di Rock in Solo yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah.
Band asal Montreal, Canada ini dengan bangga menyatakan " Malam ini, the Reign of Ashes akan menyambangi Saudi Arabia, kami dengan bangga menjadi band metal internasional pertama yang menghiasi panggung Saudi. Lets Go!" dilansir akun @cryptopsyofficial dengan bahasa Inggris.
Penampilan mereka disambut para metalheads Arab yang sudah menantikan momen ini, mereka bahkan melakukan headbang dan mengepalkan simbol tanduk setan selama konser berlangsung.
Salah seorang fans dari Arab dengan akun @greapeer berkomentar " Kami merasa terhormat didatangi salah satu band legenda di negara kami".
Editor : Agus AP