RADARSEMARANG.ID, Magelang – Polres Magelang Kota kembali mencatatkan rekor MURI meenari Sluku-Sluku Bathok dengan peerta terbanyak, Minggu (2/7). Kegiatan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-77 ini merupakan inisiasi Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang. Sebanyak 12.338 orang datang dari sejumlah komunitas masyarakat, pelajar, TNI, dan Polri.
Selain itu, acara ini juga dihadiri para seniman dan budayawan ternama. Antara lain, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Sujiwo Tejo dan Butet Kertaredjasa, Nasirun, kolektor lukisan Oei Hong Djien (OHD), KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Inayah Wahid hingga Ulil Abshar Abdalla. Para seniman dan budayawan ini ikut menari di deretan depan panggung utama bersama Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, Ketua DPRD Budi Prayitno. Sedangkan masyarakat menari memenuhi Alun-Alun Kota Magelang.
Sujiwo Tejo mengaku, lagu Sluku-Sluku Bathok sarat dengan makna yang sangat dalam. Di mana Sluku-Sluku Bathok sebuah doa, bahwa kalau hidup itu harus bergerak, kemudian kalau tidak bergerak itu seperti orang mati. “Lagu ini merupakan lagu yang sudah ada sejak saya kecil, dan baru sekarang saya usia 61 tahun, lagu ini bisa dibikinkan tariannya. Senang dan happy,” ujarnya.
Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, kegiatan menari bersama ini merupakan wujud syukuran bersama dengan seluruh elemen masyarakat dari kalangan bawah sampai para pejabat. Dengan sentuhan budaya dan seni, bisa dilihat semuanya ini bisa disamaratakan setiap lini tanpa melihat siapa dan jabatannya apa, semuanya bisa bersenang-senang bersama.
“Dan itulah tujuan kita di HUT Bhayangkara ini, di mana Polri bisa semakin dekat dengan masyarakat, serta mengajak untuk selalu nguri-nguri budaya,” terangnya. (rfk/aro)
Editor : Baskoro Septiadi