Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisatawan Wajib Tahu! Nepal Van Java Magelang Ditutup, Dibuka Lagi Senin 12 Agustus 2024

R

 


Advertisement

Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditutup sementara selama lima hari, 8-12 Agustus 2024.
Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang ditutup sementara selama lima hari, 8-12 Agustus 2024.
 

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Destinasi Wisata Nepal Van Java di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang akan ditutup sementara.

Penutupan ini mulai Kamis (8/8) hingga Senin (12/8) mendatang. Tidak hanya pelayanan destinasi wisata saja.

Advertisement

Penutupan juga berlaku bagi pelayanan pendakian Gunung Sumbing via Butuh, Temanggung, Kaliangkrik.

Kepala Dusun Butuh Lilik Setiyawan mengatakan, setiap bulan Safar, ada kegiatan adat tahunan yang disebut sebagai saparan.

Karena itu, warga sepakat meliburkan pelayananan wisata Nepal Van Java dan pendakian Gunung Sumbing mulai 8-12 Agustus 2024.

Advertisement

Meski begitu, Kamis (8/8/2024) pagi kemarin masih ada sejumlah wisatawan yang berkunjung dan warga tetap melayaninya seperti biasa.

“Jadi, siang ini warga mulai bersih-bersih di jalan dan persiapan lainnya. Sehingga sudah tidak ada pelayanan kepada wisatawan. Mereka (warga) sebetulnya ingin (libur) mulai besok, tapi saya minta hari ini (kemarin, red) mereka tidak hanya mengurusi wisatanya saja,” katanya, Kamis (8/8).

Ia menyampaikan, dua hari ini, warga fokus membersihkan area rumah dan lingkuangannya. Karena bertepatan dengan HUT ke-79 RI, warga Dusun Butuh juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik pada Sabtu (10/8). Mulai dari sejumlah lomba hingga pentas kesenian dari lima komunitas.

Dan, pada Minggu (11/8), ada merti dusun atau saparan. Bahkan, pasar desa setempat sudah ramai dipenuhi warga untuk berbelanja.

Lilik menjelaskan, saparan ini menjadi agenda rutin tahunan di Dusun Butuh yang harus tetap dilestarikan.

Tujuannya, sebagai ungkapan rasa syukur warga kepada Tuhan melalui para leluhur dengan warisan pertanian, sosial, dan seni budayanya.

Rangkaian kegiatannya diawali dengan mujahadah, dilanjutkan kirab gunungan hasil bumi berupa sayur-mayur sekitar pukul 14.00.

Kirab itu, kata Lilik, dimulai dari kediamannya menuju sumber mata air Tuk Si Jago. Lalu, peserta kirab akan membawa gunungan itu menuju Taman Depok untuk umbar tumpeng dan kembul bujono bersama seluruh pengunjung.

“Kita doakan terlebih dahulu. Lalu, gunungan hasil buminya akan diperebutkan warga. Selain itu, ada tumpeng berupa nasi, ayam ingkung, dan lainnya yang akan dimakan bersama-sama. Sementara ini masih satu (gunungan),” ujarnya. (rfk/aro)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Borobudur Ramai Wisatawan, Ahmad Luthfi Minta Ekonomi Warga Desa Ikut Tumbuh

Borobudur Ramai Wisatawan, Ahmad Luthfi Minta Ekonomi Warga Desa Ikut Tumbuh

Ahmad Luthfi soroti pemerataan ekonomi pariwisata Borobudur. Mulai dari Borobudur Marathon 2026, akses jalan wisata hingga program 1.000 desa wisata Jateng

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer