Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proses Persalinan Kholifah Gratis Ditanggung BPJS Kesehatan

P
Penulis: Puput Puspitasari❯
Proses Persalinan Kholifah Gratis Ditanggung BPJS Kesehatan
Proses Persalinan Kholifah Gratis Ditanggung BPJS Kesehatan

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sejak masih bersekolah, Siti Kholifah sudah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia merupakan penerima bantuan iuran (PBI) bersama kedua orang tuanya.


Advertisement

Beranjak dewasa, Kholifah—sapaan akrabnya—merasakan langsung manfaat dari program JKN. Ia kerap menggunakan JKN untuk berobat ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Sejak punya JKN, dirinya memang jarang membeli obat-obatan di warung yang tanpa resep dokter.

Ia lebih senang ke puskesmas karena gratis. Obat yang diresepkan juga sudah anjuran dokter. Lebih aman untuk dikonsumsi.

Advertisement

“Kalau dulu beli obat di warung karena murah, sekarang kan malah gratis karena pakai BPJS Kesehatan,” kata Kholifah, Senin (5/8/2024).

Ada perbedaan yang dirasakan jika dirinya membeli obat di warung dengan di puskesmas. Tentu saja, para dokter memberikan resep yang sesuai dengan diagnosis penyakitnya. Keterangan jumlah konsumsi obat per harinya juga diatur.

“Kalau obat beli di warung, aturan pakainya hanya baca dari kemasan saja. Tapi kadang takut kalau dosisnya nggak sesuai,” tuturnya.

Advertisement

Tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas juga turut memberikan edukasi mengenai kesehatan. Bonusnya, ia juga bisa mengecek tekanan darah secara gratis.

Ia juga merasakan, pelayanan pasien BPJS Kesehatan saat ini sangat baik. Ia membuktikan sendiri, karena tidak pernah mengalami kendala selama berobat menggunakan kartu JKN.

“Sekarang petugas puskesmas nggak ada yang galak. Ramah-ramah semua. Melayaninya juga bagus, apotekernya juga memberikan informasi penggunaan obatnya jelas,” terangnya.

Selain berobat di puskesmas karena mengalami sakit ringan seperti demam, Kholifah juga pernah menggunakan kartu JKN untuk persalinan pertamanya di tahun 2021. Tepatnya bulan Oktober.

Ia bercerita, saat masa kehamilannya mendekati hari perkiraan lahir (HPL), Kholifah bersama suaminya mencari tempat untuk persalinan.

Ia sempat mengunjungi salah satu klinik bidan di dekat rumahnya, namun saat itu belum bermitra dengan BPJS Kesehatan dan masih dalam proses kerja sama.

Oleh klinik tersebut, ia disarankan untuk mendatangi klinik bidan lainnya yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia dan suami bergegas ke klinik tersebut. Lokasinya memang sedikit jauh dari rumah.

“Setelah kita tanya-tanya bisa pakai BPJS Kesehatan, kita pulang lagi untuk menyiapkan keperluan persalinan,” terangnya.

HPL pun tiba. Ia merasakan kontraksi pada waktu Subuh. Suaminya pun siaga, langsung mengantar Kholifah berangkat menuju klinik bidan.

Dirinya juga sudah membawa segala keperluan calon bayinya dan surat-surat seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, dan kartu JKN untuk mengurus administrasi.“Sampai di klinik, saya sudah disambut oleh asisten bidan,” terangnya.

Dirinya sempat haru dengan pelayanan klinik tersebut. Meski menggunakan BPJS Kesehatan, pihak klinik memberikan pelayanan yang baik dan ramah. Selama mengalami kontraksi, asisten bidan di klinik tersebut tetap setia menemani.

Juga memberikan arahan untuk melakukan gerakan-gerakan kecil untuk memperlancar proses persalinan. Seperti belajar pernafasan, tidur miring, dan jalan-jalan.

“Saya terharunya itu karena sudah ditunggu suami, tapi mereka masih menemani saya. Jadi kalau saya mengeluh sesuatu, langsung ditangani,” terangnya.

Dirinya pun mulai melahirkan sekitar pukul 09.00. Meski sempat mengalami ketakutan saat akan melahirkan, Kholifah bisa kembali tenang berkat dukungan dari bidan.

“Sempat nangis, karena takut. Tapi bu bidannya ramah dan bisa menenangkan saya, sehingga saya bisa melalui proses persalinan dengan lancar,” tuturnya.

Karena itu, setelah melahirkan dirinya tidak mengalami trauma. Pemulihan kesehatan dan psikologis setelah melahirkan pun terasa cepat.

Ia juga bersyukur, pelayanan persalinannya gratis. Ia hanya membayar sedikit tambahan di luar biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan.

“Benar-benar plong. Karena tidak keluar biaya mahal. Uang yang ada waktu itu, bisa saya gunakan untuk membeli tambahan perlengkapan bayi,” imbuhnya.

Dirinya berharap, program JKN ini terus berkelanjutan. Karena masih banyak ibu-ibu yang mengalami kesulitan ekonomi pada saat menjelang persalinan. Sehingga hal itu dapat memicu stres sebelum melahirkan. 

“Melahirkan itu sangat butuh ketenangan hati dan pikiran. Kalau sudah punya BPJS Kesehatan, sudah nggak ada kepikiran butuh banyak uang  untuk proses persalinan, karena semua gratis. Hati pun jadi tenang,” pungkasnya. (put/web/bas)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pakai Antrean Online, Dwiyanti Dapat Kepastian Waktu Layanan Faskes

Pakai Antrean Online, Dwiyanti Dapat Kepastian Waktu Layanan Faskes

Sejak menjadi pengguna aplikasi Mobile JKN, Dwiyanti punya kebiasaan baru.

Aturan BPJS Kesehatan Dinamis, RSUD Temanggung Gencarkan Edukasi

Aturan BPJS Kesehatan Dinamis, RSUD Temanggung Gencarkan Edukasi

RSUD Temanggung gencar memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan pelayanan yang ditanggung BPJS Kesehatan, salah satunya melalui forum konsultasi publik (FKP). 

Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi Program JKN di Lingkungan Pelajar

Gandeng Duta Muda, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi Program JKN di Lingkungan Pelajar

Antusiasme terlihat jelas dari wajah siswa SMK Citra Medika Kota Magelang saat mengikuti program Edutour Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Rabu (23/9/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer