RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ramai akhir-akhir ini di media sosial, warganet mengeluhkan cuaca panas di kota Semarang, yang makin hari kian menyengat suhu udaranya.
Dalam cuitannya, netizen bahkan menyebutl Semarang sebagai salah satu kota terpanas di Indonesia.
Hal ini tak berlebihan, dalam informasi di IG resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan,suhu panas di Jakarta dan Semarang, mencapai rekor terpanas dalam 30 tahun terakhir.
Hal itu diungkap BMKG dalam laporan Analisis Klimatologis 30 Tahun, mulai 1991 sampai 2021. Rata-rata suhu maksimum puncaknya pada Bulan September-Oktober terdapat di Kota Jakarta dan Semarang 31,4 derajat celcius, cuit IG BMKG.
BMKG Semarang sendiri memprediksi, pada bulan Oktober ini, rata-rata suhu di kota Semarang mencapai 37-38 derajat celcius, boleh dibilang ini suhu yang bakal bikin kulit serasa tersengat.
Maka tak heran, jika menilik suhu udara di kota Semarang yang demikian tinggi, banyak pengguna jalan khususnya pengendara bermotor, memilih berhenti ditepi jalan yang ada pohonnya, saat lampu warna merah menyala.
Minimnya pepohonan tepi jalan, juga ikut menyumbang udara panas di kota Semarang, yang menyengat belakangan ini. Namun, bukan berarti tidak ada jalan yang adem di kota ini, dengan pepohonannya yang rindang.
RadarSemarang.ID, mencoba merangkum 4 ruas jalan teradem di kota lumpia ini, karena masih banyak pohon-pohon besar nan rindang yang tumbuh disepanjang jalan, sehingga bikin adem kalau lewat jalan tersebut. Nah ini dia, 4 jalan teradem dikota Semarang, versi RadarSemarang.ID
1. Jalan Mayjen Sutoyo (Kampung Kali)
Jalan ini berlokasi tak jauh dari kawasan Simpang Lima, membentang dari persimpangan Jl. Thamrin hingga Jl. Mataram, melewati Jalan Gajahmada. Banyak pohon-pohon besar tumbuh ditepi jalan. Ditengah jalan Sutoyo ini juga melintas sungai, yang dilengkapi taman disekitarnya, membuat jalan ini terasa sejuk.
Pada saat musim panas seperti ini, melintas di kawasan Kampung Kali, kita serasa mendapat oase ditengah padang gurun. Tapi, hati-hati kalau pas lewat jalan ini dimusim hujan, pohon-pohon besar yang sudah berusia uzur itu rawan tumbang.
2. Jalan Argopuro
Meski bukan jalan utama, namun jalan terletak dikawasan pemukiman elite di kecamatan Gajahmungkur ini, memiliki nilai yang cukup strategis, karena merupakan jalan alternatif, yang menghubungkan jalan utama seperti Jalan Sultan Agung, Jalan Diponegoro dan Jalan Letjen S Parman.
Di Jalan Argopuro ini, pohon-pohon rindang yang ditanam didepan rumah warga, membuat jalan ini terasa adem. Karena merupakan jalan dipemukiman warga, yang tidak terlalu padat,makin membuat jalan Argopuro, relatif lebih sejuh.
3. Jalan Diponegoro
Jalan Diponegoro membentang mulai dari perempatan Jalan Pahlawan, naik hingga bundaran Taman Diponegoro.
Jalan ini merupakan salah satu jalan utama. Banyak rumah-rumah besar nan megah yang berdiri disepanjang jalan ini.
Saat kita melintas di jalan Diponegoro, setelah melewati kawasan Simpang Lima dan Jalan Pahlawan, kita serasa merasakan perbedaan suhu udara. Terasa maknyes, saat melintas di jalan yang memiliki kontur menanjak ini.
4. Jalan Rinjani
Jalan Rinjani yang berlokasi dikawasan Gajahmungkur, Semarang Selatan ini, boleh dibilang salah satu jalan teradem di Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini.
Sama dengan Jalan Diponegoro dan Argopuro, di Jalan Rinjani juga rumah elite dan rumah pejabat.
Jalan Rinjani juga dipenuhi pepohonan rindang dikanan kiri jalan, yang membuat jalan yang memiliki kontur menanjak ini lebih adem dibanding jalan-jalan di Semarang bawah.
Nah itu dia, 4 jalan teradem dikota Semarang versi RadarSemarang.ID. Kalau menurut kamu, mana nih jalan teradem dikotamu? (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi