RADARSEMARANG.ID – Bulan suci Ramadhan kembali mendekat, menghadirkan suasana yang selalu dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Namun sebagaimana lazimnya penentuan awal bulan dalam Islam, kepastian tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan menetapkan secara resmi kapan 1 Ramadhan dimulai.
Momentum ini bukan sekadar penanda pergantian bulan dalam kalender Islam, melainkan panggilan ruhani bagi setiap Muslim untuk bersiap, membersihkan hati, dan memperbarui niat dalam menapaki bulan yang penuh keberkahan.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
Ia adalah madrasah kehidupan, tempat setiap jiwa dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, memperhalus akhlak, dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Karena itu, menyambut Ramadhan tidak seharusnya dilakukan secara mendadak. P
Persiapan lahir dan batin menjadi kunci agar bulan suci tidak berlalu begitu saja tanpa makna yang mendalam.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan menjelang Ramadhan adalah memperbanyak doa.
Doa adalah pengakuan atas kelemahan diri dan penghambaan total kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba menyatakan harapannya, ketakutannya, dan kerinduannya akan ampunan.
Menjelang Ramadhan, doa menjadi jembatan batin yang menghubungkan kerinduan kita kepada bulan suci dengan kesiapan hati untuk menjalaninya.
Banyak ulama mencontohkan bagaimana para sahabat Rasulullah SAW memohon selama berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan dan memohon agar amal ibadah mereka diterima setelahnya.
Ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah yang tidak semua orang diberi kesempatan untuk menikmatinya kembali.
Salah satu doa yang sering diamalkan ketika mendekati Ramadhan adalah permohonan agar dipertemukan dengan bulan penuh berkah dalam keadaan sehat dan penuh keimanan.
Doa ini mengandung makna mendalam, karena bertemu Ramadhan dalam kondisi fisik yang kuat dan hati yang bersih adalah nikmat yang luar biasa.
Banyak orang tahun lalu masih menjalani puasa bersama kita, namun kini sudah tiada. Kesadaran ini menghadirkan rasa syukur sekaligus dorongan untuk memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Doa berikutnya adalah permohonan agar Allah SWT memberikan kekuatan untuk menjalankan puasa dan seluruh rangkaian ibadahnya.
Kita menyadari bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa pertolongan Allah.
Bangun sahur, menjaga lisan, menahan amarah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih, hingga membayar zakat dan bersedekah, semua membutuhkan kesungguhan dan konsistensi.
Melalui doa, kita memohon agar Allah memudahkan setiap langkah ibadah dan menjauhkan diri dari rasa malas serta kelalaian.
Selain itu, penting pula memanjatkan doa agar hati dibersihkan dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, riya, dan sombong.
Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa. Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk keburukan
Hati yang bersih akan membuat ibadah terasa ringan dan penuh kenikmatan. Sebaliknya, hati yang dipenuhi kebencian dan kedengkian akan sulit merasakan manisnya iman, meski tubuh menahan lapar sepanjang hari.
Doa menyambut Ramadhan juga sebaiknya mencakup permohonan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Ramadhan dikenal sebagai bulan ampunan, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.
Namun, ampunan itu harus dijemput dengan kesungguhan taubat. Memohon ampun sebelum Ramadhan tiba adalah bentuk kesiapan mental agar kita memasuki bulan suci dengan lembaran yang lebih bersih dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Tak kalah penting adalah doa agar diberikan kesempatan untuk memaksimalkan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Malam istimewa ini menjadi puncak harapan setiap Muslim di bulan Ramadhan.
Tidak ada yang tahu pasti kapan ia datang, sehingga doa menjadi bentuk ikhtiar agar Allah SWT mempertemukan kita dengan malam tersebut dan menerima seluruh amal ibadah yang kita lakukan.
Berikut tujuh doa menyambut Ramadhan yang bisa diamalkan sebagai bentuk persiapan batin:
- Doa Menyambut Ramadhan
Doa ini bisa dipanjatkan ketika menyambut bulan Ramadhan. Salah satu hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik menjelaskan terdapat doa yang dibaca Nabi Muhammad ketika memasuki bulan Rajab, Syaban, dan Ramadhan.
Dalam hadis tersebut, Anas bin Malik menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW sering berdoa, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan. (HR Ahmad)
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya'ban, wa ballighna Ramadhan.
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.
Mengamalkan doa-doa ini secara rutin menjelang Ramadhan akan membantu membangun atmosfer spiritual dalam diri.
Dengan menyiapkan mental, memperhalus rasa, dan menumbuhkan kerinduan yang tulus. Ramadhan seharusnya disambut dengan sukacita, bukan keluhan. Dengan doa, kita mengubah kekhawatiran menjadi harapan, dan rasa berat menjadi semangat.
Menjelang sidang isbat penentuan awal Ramadhan 2026, suasana biasanya mulai terasa berbeda.
Masjid-masjid bersiap, pengumuman jadwal imsakiyah mulai dibagikan, dan keluarga-keluarga mulai merencanakan sahur serta berbuka bersama.
Namun di balik semua persiapan lahiriah itu, yang paling utama adalah kesiapan batin. Tanpa hati yang siap, Ramadhan bisa berlalu seperti bulan-bulan biasa, tanpa meninggalkan jejak perubahan berarti.
Karena itu, mulai sekarang adalah waktu terbaik untuk mempersiapkan diri. Perbanyak doa, perbaiki hubungan dengan sesama, lunasi hutang jika ada, dan minta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Ramadhan adalah momentum transformasi diri. Ia datang membawa peluang besar untuk memperbaiki kualitas hidup, bukan hanya secara spiritual tetapi juga sosial dan moral.
Jika Ramadhan 2026 benar jatuh pada 19 Februari sebagaimana perkiraan kalender Hijriah, maka waktu yang tersisa adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri sebelum memasuki gerbang bulan suci.
Jadikan doa sebagai pembuka jalan, sebagai cahaya yang menerangi langkah menuju bulan ampunan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi