Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gus Fatwa Dorong Pembaruan Sistem Kaderisasi Ansor-Banser Hadapi Era Digital

B
Penulis: Budi Setiyawan❯
KOMPAK: Pengasuh Ponpes Darul Amanah KH Muhammad Fatwa (tengah) berfoto bersama dengan Pengurus PC GP Ansor Kendal. Gus Fatwa menekankan pentingnya penguatan ideologi, intelektualitas, dan militansi dalam kaderisasi GP Ansor dan Banser melalui LI I dan Suspelat I. (DOK. DARUL AMANAH/RADARSEMARANG.ID)
KOMPAK: Pengasuh Ponpes Darul Amanah KH Muhammad Fatwa (tengah) berfoto bersama dengan Pengurus PC GP Ansor Kendal. Gus Fatwa menekankan pentingnya penguatan ideologi, intelektualitas, dan militansi dalam kaderisasi GP Ansor dan Banser melalui LI I dan Suspelat I. (DOK. DARUL AMANAH/RADARSEMARANG.ID)

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID – Kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dituntut tidak hanya memiliki militansi organisasi, tetapi juga kapasitas intelektual dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Demikian dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah SUkorejo KH Muhammad Fatwa yang juga Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah.

Advertisement

Penyataan itu disampaikan saat rapat koordinasi dengan PC GP Ansor Kabupaten Kendal untuk pelaksanaan Latihan Instruktur (LI) I dan Kursus Pelatih (Suspelat) I yang digelar 20–22 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Kiai muda yang akrab disapa Gus Fatwa itu mengatakan tantangan kaderisasi saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital, perubahan karakter generasi muda, serta dinamika sosial dan keagamaan.

Menurut dia, penguatan kaderisasi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah anggota.

Advertisement

Organisasi juga harus memastikan kader memiliki pemahaman ideologi yang kuat, integritas, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

"Perkaderan jangan hanya berorientasi pada bagaimana mencetak kader sebanyak-banyaknya. Tetapi bagaimana melahirkan kader yang berkualitas, memiliki pemahaman ideologi yang kuat, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Fatwa.

Gus Fatwa itu menilai, pola pendidikan kader perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab perubahan zaman.

"Saat ini, pendidikan kader, tidak cukup hanya menyampaikan materi secara teoritis," katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Atlet Silat Darul Amanah Kendal Borong Juara di Kejuaraan Nasional

Atlet Silat Darul Amanah Kendal Borong Juara di Kejuaraan Nasional

Atlet pencak silat Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal meraih lima gelar juara I dan satu juara III di Sunan Kalijaga Cup V 2026.

Darul Amanah Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Darul Amanah Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

MA dan MTs Darul Amanah meraih predikat Amat Baik dalam PKKM 2026 dengan nilai 95,53 dan 94,21, memperkuat komitmen meningkatkan mutu pendidikan di Kendal.

Pramuka di Era Digital, Pesantren Darul Amanah Tekankan Kecerdasan dan Karakter

Pramuka di Era Digital, Pesantren Darul Amanah Tekankan Kecerdasan dan Karakter

Pesantren Darul Amanah Kendal menjadi tuan rumah Final LCTP Binwil Semarang, menguatkan peran Pramuka dalam membentuk generasi cerdas dan berkarakter di era digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer