
Mereka sadar, meskipun bawang merah bukan termasuk kebutuhan pokok, tapi cenderung selalu dibutuhkan sebagai pelengkap bumbu masak sehari-hari.
“Dalam Lomba Kampung Hebat 2024, RW 03 Kelurahan Plombokan mendaftar di kategori Kampung Tanam Bawang Merah,” jelas Lurah Plombokan Sutarti.
Baca Juga: Warga Karangmalang Tanam Bawang Merah untuk Gempur Inflasi
Dijelaskannya, wilayah RW 03 termasuk daerah yang panas maka bawang merah cocok ditanam di wilayah ini.
“Karena bawang merah menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat matahari lebih dari 12 jam,” katanya.
Selain menanam bawang merah, juga ada aktivitas tenaga pengupas bawang merah untuk dibuat bawang goreng.
Produk olahan ini dijual Rp 6.000 per kemasan.
“Penjualan olahan bawang goreng dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu, dapat meningkatkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Ujungnya juga untuk pengentasan kemiskinan dan stunting,” tambahnya.
Sejumlah inovasi diterapkan di Kampung Tanam Bawang Merah.
Seperti untuk pembenihan, tidak hanya dilakukan dengan media pot atau polybag saja.
Tapi warga juga memanfaatkan gedebog atau batang pisang untuk mengatasi keterbatasan lahan.
“Setelah tumbuh baru dipindah ke polybag atau pot yang lebih besar,” jelas Sutarti. (ton)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

