Wacana tersebut dilontarkan Bupati Fadia Arafiq saat meninjau kondisi Puskesmas Wonokerto II, Senin (1/8). Puskesmas tersebut pernah difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) ketika pandemi masih mengganas. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pernah meninjau RSDC itu sebelum akhirnya dikembalikan fungsinya sebagai puskemas.
Kini Fadia mewacanakan puskesmas Wonokerto I digabungkan ke Wonokerto II. Menurut Fadia, langkah itu akan membuat layanan kesehatan di Wonokerto lebih efektif dan efisien. Alasannya, lokasi Wonokerto II lebih mudah diakses, layak, dan strategis.
"Lokasinya tak jauh dari jalur Pantura dan relatif dekat dengan tiga desa di kecamatan ini," ucapnya.
Alasan lain, karena Puskesmas Wonokerto I sudah kerap diterjang rob. Sementara Wonokerto II jauh dari ancaman rob dan banjir. Soal fasilitas, sudah berlantai dua dengan kapasitas 12 kamar tidur untuk rawat inap. Itu di luar kamar cadangan yang juga tersedia di sana. Namun memang belum terdapat ruang operasi dan ICU.
"Sudah cukup luas, bisa kami jadikan rumah sakit tipe D. Kalau masih kurang, bisa kami bangunkan lagi karena di sampingnya masih ada lahan kosong," ungkap Fadia.
Rancangan Fadia itu akan dikaji oleh Dinas Kesehatan. Jika memungkinkan, kata Fadia, akan segera ia realisasikan.
"Tujuan saya hanya supaya masyarakat tidak harus ke rumah sakit yang jauh saat butuh layanan kesehatan. Itu saja," tandasnya. (nra/zal) Editor : Agus AP