Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jateng Raih Mandaya Award 2026, Ahmad Luthfi Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan

A
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi raih penghargaan Mandaya Award 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi raih penghargaan Mandaya Award 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Jakarta  - Penurunan kemiskinan tak cukup ditempuh dengan membagikan bantuan sosial. Masyarakat juga perlu diberi kesempatan untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan.

Pendekatan inilah yang mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih Mandaya Award 2026 untuk kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.

Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu diterima langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara puncak penganugerahan Mandaya Award di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).

Advertisement

Ahmad Luthfi menyebut penghargaan tersebut sebagai pengakuan nasional atas upaya Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan Mandaya Award, salah satu provinsi yang mempunyai kepedulian terkait dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah pengakuan secara nasional yang diberikan Menko kepada Jawa Tengah dan kabupaten/kota,” kata Luthfi usai acara.

Penghargaan itu datang di tengah upaya Jawa Tengah menekan angka kemiskinan yang per Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen atau sekitar 3,29 juta orang. Angka tersebut turun dari 9,39 persen pada September 2025.

Advertisement

Meski menunjukkan tren penurunan, dibutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memastikan program pengentasan kemiskinan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.

Menurut Luthfi, penanganan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga, Baznas, serta sektor swasta diperlukan agar program menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah program Kecamatan Berdaya. Program tersebut saat ini telah menjangkau 145 titik untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjembatani rentang kendali pelayanan dari tingkat provinsi hingga desa.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Api di Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Fokus Pulihkan Lingkungan dan Air Bersih

Api di Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Fokus Pulihkan Lingkungan dan Air Bersih

Kebakaran Gunung Sumbing padam setelah menghanguskan 974,29 hektare hutan di tiga kabupaten. Ahmad Luthfi fokus rehabilitasi hutan dan perbaikan pipa air bersih warga.

Ahmad Luthfi Berharap Guru PAUD dan TK Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

Ahmad Luthfi Berharap Guru PAUD dan TK Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

peran guru PAUD dan TK menjadi sangat penting. Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dan pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.

Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun Triwulan III 2026, Serap Lebih 340 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Jateng Tembus Rp 72,54 Triliun Triwulan III 2026, Serap Lebih 340 Ribu Tenaga Kerja

Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 72,54 triliun dan menyerap 340.334 tenaga kerja. Kabupaten Kendal catat angka tertinggi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer