RADARSEMARANG.ID- Mendengar istilah anime Death Note tentunya semua orang membayangkan tentang anime adaptasi dari manga berjudul sama pada tahun 2003 karya Tsugumi Ohba.
Anime ini mencapai popularitasnya pada kisaran tahun 2006-2010. Menceritakan tentang seorang remaja jeniud bernama Light Yagami yang secara kebetulan menemukan buku misterius di jalanan.
Usut punya usut, meskipun sudah berpikir secara rasional, namun tetap saja buku ini ternyata adalah milik seorang dewa kematian bernama Ryuk. Buku bernama Death Note ini memiliki kekuatan untuk membunuh siapapun yang namanya dituliskan dalam buku ini.
Memiliki cerita dengan premis yang sangat menarik, serta masalah yang kompleks. Death Note menggambarkan tentang bagaimana kekuatan yang besar tentunya memiliki konsekuensi lebih, entah itu dari diri sendiri maupun orang lain termasuk masyarakat.
Meskipun begitu, anime ini sempat mendapat kecaman kontroversu dari berbagai kelompok masyarakat di seluruh dunia, namun tak dipungkiri Death Note berhasil menjadi salah satu anime yang ikonik di era tersebut.
Namun, tahukah bahwa anime ini pernah menjajal sequel baru yang ternyata tidak sepopuler Death Note awal dengan karakter utama Light Yagami? Begini ceritanya.
Oleh sang kreator, manga The a-Kira Story aキラ編, a-Kira-hen merupakan manga one-shot sequel. Manga ini rilis awal di tanggal 4 Februari 2020 di Edisi Maret Jump Square Magazine. Manga ini memang merupakan manga pendek yang tergabung dalam Death Note: Short Stories.
A-Kira Story menceritakan tentang upaya Ryuk sang dewa kematian dalam menciptakan Kira baru bagi dunia ini. Dimana pada prosesnya ia kembali turun ke bumi dan mencari langsung remaja yang akan ia pilih.
Ternyata seorang murid asal Jepang kembali menarik perhatian Ryuk, ia bernama Minoru Tanaka dan merupakan seorang siswa paling pintar namun sedikit memiliki kekurangan motivasi dalam dirinya.
Namun, alih-alih menerima death note, Minoru justru mengembalikannya pada Ryuk dan mengatakan agar kembali lagi dalam dua tahun kedepan. Ryuk cukup kaget dengan hal ini, karena menurutnya jarang ada manusia yang menolak kekuatan sebesar death note ini.
Di tahun 2019, Ryuk kembali mendatangi Minoru yang kini sudah menginjak bangku sekolah menengah atas. Akhirnya, Minoru berbicara bagaimana ia sangat tertarik mempelajari death note, bahkan ia berencana untuk mengurangi kriminalitas serta menghilangkan perang yang berkecamuk di dunia ini. Namun ia tidak memiliki keinginan untuk menjadi Kira yang baru.
Ryuk pun menanyakan bagaimana Minoru sangat mengerti tentangnya yang merupakan seorang dewa kematian. Disinilah terkuak bahwa di dunia manusia paska event utama Death Note Kira, mereka dicatatkan sebagai bagian dari sejarah Jepang dan kurikulum etika dasar.
Saat ditanyakan kemungkinan apakah Minoru akan mengikuti jejak Light (Kira), ia menyatakan bahwa apa yang dilakukan Light tentu tak bisa ia lakukan dengan bebas di masa kini, semuanya sudah bisa ditrack secara online bahkan gerakan apapun tak bisa seleluasa dahulu.
Di dunia pendidikan manusia, Light Yagami (Kira) dikisahkan sebagai sosok jahat pembunuh massal gila yang pernah melakukan kejahatan besar. Meskipun begitu, masih banyak orang-orang yang mengingat Kira sebagai sosok penyelamat mereka.
Minoru juga pernah menanyakan kepada Ryuk berapa jarak kilometer sang dewa kematian tersebut bisa berjalan tanpa Minoru, dan Ryuk pun menjawab bahwa ia bisa berjalan sendiri tanpa Minoru sejauh 17 kilometer.
Tak disangka Minoru justru malah ingin menjual death note tersebut secara online, hal itu membuat Ryuk kebingungan karena awalnya Minoru lah yang menyatakan semua hal di masa modern mampu dilacak asal dan keberadaanya.
Minoru pun menjelaskan bahwa pertanyaan jarak yang sebelumnya pernah ia tanyakan adalah berkaitan tentang Sakura TV. Ia menyuruh Ryuk untuk tiba-tiba berada di siaran sembari membawa catatan yang bertuliskan kekuatan untuk membunuh orang seperti Kira dapat dibeli lewat Twitter dengan hastag #POWEROFKIRA dan mengajukan bid awal.
Kegiatan tersebut ternyata terendus oleh Near, yang merupakan suksesor dari L (Lawliet). Semua pemerintahan negara berebutan untuk membeli buku kutukan ini, dan yang paling dekat untuk realisasi hal tersebut adalah Amerika Serikat. Presiden USA (Donald Trump) berhasil mendapatkan bid tertinggi senilai 10 Triliun Dollar.
Merasa sudah tidak sesuai jalur awalnya, oleh karena itu Ryuk pun mengubah aturan dari death note miliknya menjadi tidak boleh dijual, keduanya baik pembeli ataupun penjual akan meninggal saat barang tersebut sampai serta uang hasil penjualan sudah ditangan.
Source: Death Note Wiki, Death Note: Short Story
Editor : Baskoro Septiadi