Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Oyasumi Punpun, Manga Psikologi Dark Tentang Toxic Relationship dan Pendewasaan

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 17 Maret 2024 | 00:50 WIB
Manga Oyasumi Punpun karya Inio Asano
Manga Oyasumi Punpun karya Inio Asano

RADARSEMARANG.ID - Oyasumi Punpun, atau dalam bahasa Inggris disebut Goodnight Punpun, merupakan manga buatan Inio Asano.

Manga ini berjalan on-going dari Maret 2007 hingga November 2013 dimuat di Weekly Young Sunday dan Big Comic Spirit.

Manga ini menceritakan tentang kehidupan dari sudut pandang Onodera Punpun, seorang anak laki-laki yang pemalu dan harus menghadapi banyak masalah kehidupan sejak kecil.

Oyasumi Punpun mengangkat tema yang cukup dark, seperti kekerasan rumah tangga, depresi, pemujaan sesat, perselingkuhan dan bunuh diri.

Sang penulis menggambarkan karakter Punpun dan keluarganya seperti gambar karikatur burung, sedangkan karakter lain digambarkan dengan normal seperti manusia pada umumnya.

Penggambaran Punpun ini berubah tergantung dengan kondisi psikologinya seiring berjalannya waktu, simbolisme ini untuk membedakan mana keluarga Punpun dan yang bukan.

Baca Juga: Record Of Ragnarok, Anime Kontroversial Tentang Pertarungan Antara Dewa dan Manusia

Simbolisme lain yakni Punpun memiliki penggambarannya sendiri mengenai Tuhan, yang dalam manga ini digambarkan dengan pria berambut kribo dan sedang tersenyum menyeringai.

'Tuhan' yang diyakini Punpun ini jauh dari kata bijaksana dan pengasih, ia seringkali mencemooh Punpun dan mengatakan bahwa Punpun pengecut yang hidupnya membosankan.

Oyasumi Punpun digambarkan dari sudut pandang Punpun tapi diceritakan oleh pihak ketiga, sehingga menjadikan manga ini cukup unik, karena sang pemeran utama tidak memiliki dialog.

Penggambaran Karakter

Onodera Punpun awalnya merupakan anak kecil lelaki pemalu yang naif, ia termasuk anak yang pendiam dan digambarkan ayahnya sebagai orang yang baik hati.

Berjalannya waktu, Punpun berubah menjadi sosok yang berbeda, ia menjadi orang yang banyak penasaran akan hal baru, apalagi saat ia mengenal apa itu aktifitas seksual.

Punpun dewasa yang kini digambarkan semakin mirip dengan perwujudan setan menjadi sosok yang sangat berubah drastis, ia menjadi orang yang depresi dan kasar.

Pertemuannya dengan Aiko, cinta masa kecilnya yang bertemu kembali saat dewasa menjadikan ia semakin tidak terkontrol, ia menjadi sosok yang tidak memiliki keinginan untuk hidup, bahkan membiarkan saat Aiko menusuknya di dada dan mata.

Hubungan keduanya berubah menjadi toxic, pertemuan masa kecil mereka yang indah berbanding terbalik dengan kenyataan dimasa kini.

Aiko dan Punpun pernah berjanji untuk kabur bersama dan memulai hidup bersama di Kagoshima, namun rencana tersebut tak berjalan sesuai keinginan mereka.

Punpun yang merasa ekspektasinya dipatahkan oleh realita menjadi terobsesi dengan janjinya dimasa lalu tersebut, terjadi ketidaksinambungan antar keduanya.

Sedangkan Aiko hanya menginginkan Punpun kembali menjadi anak laki-laki yang baik hati dan peduli padanya seperti pertemuan awal mereka.

Aiko, yang menjadi delusional akibat kekerasan yang dilakukan Punpun, merasa ia sedang perlahan kehilangan Punpun yang dulu, anak laki-laki baik hati yang ia sukai.

Di akhir ending, suatu hari Punpun yang sudah kehilangan keinginannya untuk terus hidup terbangun di pagi hari hanya untuk melihat kekasihnya mengakhiri nyawanya didepan matanya sendiri.

Cerita yang berat dan dikemas dengan sangat realistis oleh Inio Asano menjadikan manga ini sebagai salah satu manga dengan cerita yang depresif dan tidak dianjurkan dibaca oleh orang yang mentalnya sedang tidak stabil.

Editor : Baskoro Septiadi
#goodnight #manga #Depresi #jepang #Komik