Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dies Natalis ke-56, UIN Walisongo Tegaskan Peran sebagai Mercusuar Peradaban

I
Penulis: Ida Nor Layla❯
DIES NATALIS : Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam acara Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub, Senin 6 April 2026. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIES NATALIS : Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam acara Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub, Senin 6 April 2026. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menegaskan komitmennya sebagai pusat ilmu sekaligus suara kemanusiaan dunia dalam peringatan Dies Natalis ke-56, Senin 6 April 2026.

Momentum ini diperingati melalui Sidang Senat Terbuka di Gedung Tgk Ismail Yakub. Kegiatan diikuti sekitar 500 civitas akademika dan tamu undangan. Suasana sidang berlangsung khidmat sekaligus hangat.

Ratusan sivitas akademika tampak kompak mengenakan batik, menciptakan nuansa formal yang kental dengan identitas budaya.

Advertisement

Para dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa duduk rapi memenuhi ruangan. Sementara tamu undangan dari berbagai instansi turut hadir menambah semarak peringatan.

Sidang dibuka Sekretaris Senat, Prof. Ibnu Hadjar. Ia menekankan pentingnya adaptasi kampus terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri.

"UIN Walisongo harus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Kita wajib meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola yang akuntabel, serta melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” ungkapnya.

Advertisement

RAPAT SENAT : Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam acara Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub, Senin 6 April 2026. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAPAT SENAT : Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam acara Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub, Senin 6 April 2026. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam laporan tahunan mengajak seluruh civitas akademika melakukan refleksi perjalanan kampus.

Menurutnya, usia ke-56 bukan sekadar penanda waktu, tetapi pengingat tanggung jawab besar menuju visi sebagai universitas risalah berbasis kesatuan ilmu untuk kemanusiaan dan peradaban pada 2038.

Ia memaparkan capaian sepanjang 2025. Saat ini, UIN Walisongo memiliki 640 dosen, termasuk 76 guru besar. Jumlah mahasiswa aktif mencapai 21.408 orang. Tahun ini, kampus menargetkan penerimaan 5.915 mahasiswa baru.

Dari sisi prestasi, mahasiswa menorehkan 40 penghargaan internasional dan 70 nasional. Selain itu, 2.450 mahasiswa menerima berbagai beasiswa. 

Advertisement
Editor : Ida Nor Layla
Sumber : Radar Semarang
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terduga Dosen UIN Walisongo Dibebastugaskan, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Masuk Itjen Kemenag

Terduga Dosen UIN Walisongo Dibebastugaskan, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Masuk Itjen Kemenag

UIN Walisongo menyebut kewenangan penjatuhan sanksi berada di Kementerian Agama karena terduga pelaku berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sementara jenis sanksi yang direkomendasikan berada di bawah kewenangan Menteri

KemenHAM Uji Publik RUU HAM, Usulkan Dana Abadi hingga Hak Privasi

KemenHAM Uji Publik RUU HAM, Usulkan Dana Abadi hingga Hak Privasi

Kadaluwarsa, KemenHAM Uji Publik RUU HAM di UIN Walisongo, Usulkan Dana Abadi hingga Hak Privasi

Aktivis Soroti Relasi Kuasa Dibalik Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus dan Pesantren 

Aktivis Soroti Relasi Kuasa Dibalik Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus dan Pesantren 

Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, mulai dari pondok pesantren hingga perguruan tinggi di Jawa Tengah, dinilai tidak lepas dari kuatnya relasi kuasa antara pelaku dan korban.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer