Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SCU Semarang Berduka, Rektor Periode 2009–2017 Prof Budi Widianarko Tutup Usia

K
Rektor SCU Periode 2009 -2017 Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc,.
Rektor SCU Periode 2009 -2017 Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc,.


RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kabar duka datang dari Soegijapranata Catholic University (SCU). Salah satu tokoh penting kampus tersebut, Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc, wafat pada Sabtu (7/2) sekitar pukul 18.30 WIB.


Advertisement

Prof Budi menghembuskan napas terakhir di RS Permata Medika Ngaliyan, Semarang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SCU.

Selama lebih dari tiga dekade, Prof Budi dikenal sebagai sosok pendidik yang setia mengabdi. Ia bergabung dengan SCU sejak 1993 dan menjalani perutusannya dengan dedikasi tinggi.

Di kampus, Prof Budi pernah dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Ia menjabat Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (1995–2000), kemudian Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama (2000–2005).

Advertisement

Pada 2002, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ekologi dan Keamanan Pangan. Puncak kepemimpinannya terjadi saat Prof Budi dipercaya menjadi Rektor SCU selama dua periode, 2009 hingga 2017.

Dalam masa kepemimpinannya, Prof Budi memberi perhatian besar pada penguatan mutu akademik, perluasan jejaring kerja sama, hingga pembenahan tata kelola universitas. Hingga akhir hayatnya, Prof Budi tetap aktif berkarya sebagai dosen. Ia juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Sandjojo untuk periode 2022–2026.

Di mata kolega dan mahasiswa, Prof Budi dikenal sebagai pribadi hangat dan rendah hati. Ia mampu merangkul siapa pun tanpa sekat, serta meninggalkan keteladanan melalui dialog dan semangat pelayanan di bidang pendidikan, khususnya teknologi pangan.

Advertisement

Prof Budi menempuh pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro pada bidang peternakan. Setelah sempat bekerja di perusahaan multinasional, ia melanjutkan studi magister dan doktoral di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, dalam bidang Environmental Toxicology dan Toxicology.

Keilmuan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu pakar nasional dalam bidang ekologi, keamanan pangan, dan toksikologi lingkungan.

Di luar kampus, Prof Budi juga aktif di berbagai organisasi dan lembaga. Ia pernah terlibat dalam International Working Group The Water Dialogues, APTIK, Dewan Riset Jawa Tengah, hingga Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang.

Ia juga menjadi Dewan Pembina sejumlah yayasan serta memegang peran penting sebagai Ketua Pengurus Nationwide University Network in Indonesia (NUNI), konsorsium 21 perguruan tinggi di Indonesia yang mendorong kolaborasi akademik dan internasionalisasi.

Kepergian Prof Dr Ir Budi Widianarko, M.Sc menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi SCU, tetapi juga dunia pendidikan tinggi dan lingkungan hidup di Indonesia.

Namun, nilai, karya, serta keteladanan yang ditinggalkan akan terus hidup dan menjadi bagian dari perjalanan SCU ke depan. (kap)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

UPGRIS Tambah Guru Besar Ekonomi Pembangunan

UPGRIS Tambah Guru Besar Ekonomi Pembangunan

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menorehkan prestasi. Kampus yang selama ini dikenal sebagai pencetak tenaga pendidik kini resmi mengukuhkan guru besar ke-12 di bidang ilmu murni ekonomi pembangunan.

44 Tahun SCU, Budaya Mutu Jadi Bekal Hadapi Tantangan Pendidikan

44 Tahun SCU, Budaya Mutu Jadi Bekal Hadapi Tantangan Pendidikan

Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang terus mendorong transformasi sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar capaian akademik di usianya yang telah menginjak 44 tahun.

Empat Mahasiswa SCU Jalani Magang Riset di Taiwan, Dalami Teknologi Pangan hingga Kosmetik

Empat Mahasiswa SCU Jalani Magang Riset di Taiwan, Dalami Teknologi Pangan hingga Kosmetik

Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University mendapat kesempatan mengembangkan pengalaman akademik di tingkat internasional. Mereka akan mengikuti program magang di Taiwan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer