RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Baznas Kabupaten Demak menargetkan capaian perolehan zakat Rp 10,2 miliar hingga akhir Desember 2025.
Ketua Baznas Demak, H Bambang Soesetiarto optimis pemasukan tersebut bisa tercapai.
Menurutnya, capaian pengumpulan zakat itu naik drastis dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2021, capaian sekitar Rp 4 miliar. Namun, tahun ini diharapkan dapat meningkat berkali lipat berkat dukungan semua pihak, utamanya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Demak.
"Pengumpulan zakat paling banyak diperoleh dari elemen pegawai negeri. Sekitar 99 persen,"katanya dalam rapat koordinasi (rakor) Baznas dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Hotel Amantis kemarin.
Dia menambahkan, dalam pengumpulan zakat ini, peran UPZ dan lembaga kemasyarakatan seperti Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infak Sadaqah Nahdlatul Ulama) dan Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infak Sadaqah Muhammadiyah) sangat besar.
"Ada sekitar 134 UPZ dan 7 lembaga zakat ikut mensukseskan penarikan zakat ini. UPZ menjadi ujung tombak dalam pengumpulan zakat yang ditangani Baznas,"ujarnya.
Bambang mengatakan, untuk memacu semangat UPZ, maka Baznas Demak memberikan penghargaan atas kinerja mereka.
"Terkait kesuksesan pengumpulan zakat ini tidak lepas dari kebijakan Bupati Demak dan peran UPZ maupun lembaga zakat lainnya,"jelas dia.
Kebijakan bupati mempermudah ASN untuk berpartisipasi dalam pengumpulan zakat ke Baznas.
Tiap ASN dengan kasadaran sendiri membuat surat pernyataan untuk berzakat tiap kali gajian.
Wabup Demak Muhammad Badruddin menyampaikan, peran Baznas cukup signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan di Demak.
"Program bantuan produktif dari Baznas untuk penerima manfaat sangat nyata. Karena itu, Baznas teruslah berinovasi dalam mengembangkan program yang adaptif dan kolaboratif. Bersinergilah dengan pemda,"katanya.
Dalam rakor kali ini, dapat menjadi momentum bagi Baznas untuk mengevaluasi kinerja yang dijalankan.
"Baznas perkuatlah layanan kepada masyarakat. Layanan yang inspiratif. Dalam penyaluran zakat prioritaskan penerima manfaat produktif sehingga dapat mengurangi kemiskinan,"katanya.(hib)
Editor : Tasropi