RADARSEMARANG.ID, Demak - Sejarah betonisasi jalan di Kabupaten Demak tidak lepas dari peran almarhum H Noer Halim, ayahanda Bupati Demak dr Eisti'anah.
Sekira tahun 2005 masih banyak jalan kabupaten di Demak yang rusak parah. Berlubang dan becek saat hujan.
Baru di era Bupati Demak H Tafta Zani, betonisasi jalan digencarkan dengan asumsi jalan beton bertulang bisa lebih awet hingga 10 tahun lebih.
Sebagai pengusaha konstruksi, H Noer Halim bersama pengusaha lainnya memulai mewujudkan betonisasi jalan di ruas jalan kabupaten.
Dalan kurun waktu 10 tahun pula, betonisasi jalan sudha merambah hingga jalan-jalan desa sampai sekarang.
Pembangunan betonisasi jalan ini mengingatkan Bupati Demak dr Eisti'anah tentang nasehat H Noer Halim sebelumnya.
"Bapak saya (H Noer Halim) meninggalkan nasehat kepada kami bahwa bapak punya cita-cita atau keinginan agar Kabupaten Demak lebih baik lagi kedepannya dalam hal apapun,"ungkap Bupati Eisti'anah di sela memperingati seribu hari ayahandanya di kompleks makamnya H Noer Halim, Jogoloyo, Wonosalam.
"Di zaman beliau memang yang jadi anndalan adalah jalan beton. Sebab, waktu itu yang penting jalan tidak jeblok saat hujan,"katanya.
Dalam perkembangannya, jalan beton tanpa adanya talud selain tidak kuat menahan tonase atau beban muatan kendaraan juga saluran air tidak lancar.
"Karena itu, sekarang jalan beton juga diikuti dengan penguatan talud supaya todak labil lagi dan pembuangan air lancar,"jelasnya. Menurutnya, betonisasi jalan dengan talud telah disampaikan ke Dinputaru selaku dinas yang menangani infrastruktur jalan.
"Nasehat bapak saya sebenarnya tidak hanya soal jalan beton saja. Tapi, secara umum agar Demak lebih baik lagi termasuk dari sisi anggarannya. Sebab, kalau hanya mengandalkan anggaran Demak saja tidak cukup sehingga perlu anggaran pembangunan dari pemerintah pusat dan provinsi,"katanya.
Turut hadir dalam peringatan seribu hari wafatnya H Noer Halim ini, Wabup KH Ali Makhsun, Rois Syuriah PCNU Demak KH Zainal Arifin Maksum, Ketua Tanfidizyah PCNU KH Aminudin dan para kepaka organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi