Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kali Wulan Jebol di Dua Titik, Jalan Pantura Kudus-Demak Terendam dan Macet Parah

Wahib Pribadi • Kamis, 8 Februari 2024 | 19:09 WIB
Jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.(Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Jalan raya Pantura Demak di wilayah Karanganyar banjir hingga berakibat macetnya jalan raya.(Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak - Banjir di Kabupaten Demak makin tidak terkendali. Terbaru, tanggul Sungai Wulan di wilayah Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar jebol di dua titik.

Dampaknya, selain merendam areal persawahan dan pemukiman warga, air bah juga mulai membanjiri jalan raya Pantura Karanganyar.

Banjir merendam jalan raya, utamanya jalan setelah jembatan Tanggul Angin perbatasan Kudus ke arah barat atau ke arah Demak.

Banjir ini membuat arus lalu lintas dari arah Kudus menuju Demak macet panjang. Termasuk jalan depan Pasar Karanganyar.

Warga sekitar jalan raya mengeluhkan kondisi banjir ini. Sebab, saat kendaraan lewat, air banjir langsung menerjang rumah warga di tepi jalan yang juga kebanjiran.

Camat Karanganyar, Ungguh Prakoso menyampaikan, akibat jebolnya tanggul kanan Sungai Wulan dan Kali Jratun tersebut tidak hanya membuat jalan Pantura Karanganyar macet. Namun, juga berdampak pada warga setempat.

"Di Desa Ketanjung jumlah pengungsi 300 KK atau 600 jiwa. Sementara ini, lokasi pengungsian berada di rumah Kepala Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar,"katanya.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menyebutkan, bahwa banjir yang melanda tersebut akibat dari jebolnya sejumlah tanggul sungai.

Termasuk Sungai Wulan dan Kali Jratun alur saluran Waduk Kedungombo.

Di Kecamatan Gajah, wilayah banjir meliputi Desa Tambirejo dengan ketinggian air 20 cm. Areal persawahan terendam. Di Desa Medini, banjir merendam persawahan.

Kemudian, di Desa Sambung, banjir merendam jalan raya dan persawahan. Demikian pula, di Desa Wilalung, jalan dan persawahan terendam banjir.

Di Kecamatan Dempet, banjir melanda Desa Sidomulyo. Sebanyak 1.200 KK atau 4.800 jiwa terdampak. Di Desa Gempoldenok wilayah terdampak 694 KK atau 2.776 jiwa.

Desa Kebonsari pemukiman warga yang terdampak ada 811 KK atau 3.244 jiwa. Desa Balerejo yang terdampak ada 1.617 KK atau 6.468 jiwa.

Juga Desa Kedungori yang terdampak ada 1.201 KK atau 4.804 jiwa. Berikutnya, Desa Kuwu yang terdampak 1.149 KK atau 4.596 jiwa. Kemudian, Desa Kramat yang terkena banjir 1.591 KK atau 6.364 jiwa dan Desa Harjowinangun ada 1.761 KK atau 7.044 jiwa.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, bantuan karung sangat dibutuhkan termasuk logistik. "Kita siapkan tempat pengungsian , dapur umum hingga posko kesehatan,"ujarnya. (hib/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #sungai #demak