RADARSEMARANG.ID - Lebaran tahun ini semakin dekat. Bagi Anda yang belum memiliki tiket mudik, jangan khawatir.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali membuka program mudik gratis naik kapal perang (KRI).
Program ini merupakan solusi tepat bagi pemudik yang ingin merasakan pengalaman mudik berbeda dan berkesan.
TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyiapkan satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk arus mudik dan PP (Pulang Pergi)
Kapal tersebut diperuntukkan khusus untuk penumpang angkutan serta pengendara sepeda motor.
Syarat Pendaftaran
Bagi masyarakat yang berminat untuk mudik dengan Kapal Perang TNI AL dapat menyiapkan sejumlah persyaratan berikut ini.
1. Menyerahkan foto copy KTP Pemudik
2. Menyerahkan foto copy STNK dan BPKB sepeda motor
3. Tanda tangan surat bersedia mematuhi peraturan dinas dalam KRI
4. Pemudik dilarang menggunakan sepeda motor listrik.
Mudik gratis dengan KRI ini rencananya akan diberangkatkan dari Jakarta pada 5 April 2024 menuju Semarang.
Selanjutnya diperkirakan tiba di Semarang pada 6 April 2024. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pemberhentian berikutnya Kota Surabaya, dan dijadwalkan akan tiba pada 7 April 2024.
Sedangkan untuk rute kembali arus balik, akan dilaksanakan pada 13 – 14 April 2024 dari Surabaya menuju Semarang.
Selanjutnya kembali lagi ke Jakarta diperkirakan sampai pada 15 April 2024.
Lokasi Pendaftaran
Jakarta
Mako Kolinlamil, Jalan Raya Pelabuhan Pos 9, Tanjung Priok, Jakarta Utara
Hotline: 081804747000 atau 081292183187
Semarang
Mako Lanal Semarang, Jalan R.E Martadinata nomor 12 Tawangsari, Kota Semarang
Hotline: 088983397807
Surabaya
Mako Lantamal V Surabaya, Jalan Laksda M. Nazir nomor 56 Perak, Surabaya
Hotline: 085732009976 atau 081333079663
Sebagai tambahan informasi, program mudik gratis menggunakan kapal perang diluncurkan untuk membantu pemerintah mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya saat arus mudik lebaran.
Program ini khusus untuk pengendara sepeda motor yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman, tanpa khawatir akan kepadatan lalu lintas dan kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Editor : Baskoro Septiadi