RADARSEMARANG.ID – Aktor sekaligus presenter Mandala Abadi Shoji beserta istrinya, Maridha Deanova Safriana, baru-baru ini mengalami insiden kurang menyenangkan ketika menginap di Hotel Golden Tulip di Pontianak. Mereka diusir paksa pihak hotel, bahkan barang-barang keduanya pun dikeluarkan tanpa izin.
Deanova telah membuat beberapa postingan mengenai masalah ini di media sosial. Seperti dilansir dari akun Instagram pribadinya, @denova_zaes, kejadian ini bermula ketika ia menemani suami beserta rombongan, untuk acara event di Hotel bintang empat tersebut, di mana Mandala didaulat menjadi MC.
Panitia acara sudah mem-booking kamar untuk Mandala dan istrinya selama dua hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Desember. Akan tetapi pada tanggal 8 Desember, mereka diusir dengan tidak hormat.
Pada Jumat (8/12/2023), saat jeda istirahat dari mengisi acara di lantai atas hotel, Mandala dibuat terkejut ketika turun ke bawah, sebab presenter reality show Termehek-mehek itu mendapati barang-barangnya sudah dikeluarkan paksa dari kamar tanpa seizinnya.
“Jadi, baru sekali ini, seumur hidup aku nginep di hotel, ya kan... Disuruh check-out, tidak ada konfirmasi, tidak ada pemberitahuan, dan langsung barangnya dibuang ke bawah,” kata Mandala.
“Dan yang parah, dia (pihak hotel) tuh ikut-ikutan nanya. Bukannya baik, dia malah mencak-mencak, maksudnya marah-marah gitu lho, Yah (Mandala), dan menyalahkan panitia. Awalnya, marah-marah, sama sekali nggak merasa bersalah, udah ngeluarin barang-barang kita. Setelah kita cek-cek-cek-cek-cek, ternyata mereka yang salah.” ujar Deanova kesal.
Menurut Deanova, panitia acara sudah memberitahu pihak hotel bahwa mereka akan menginap dua hari. Pihak hotel sudah mencatat, bahkan mengatakan bahwa jangka waktu menginap dapat diperpanjang.
Hal ini disebabkan, Mandala, yang pernah menjalani hukuman penjara akibat melanggar UU Pemilu di 2019 ini masih ada serangkaian acara lain yang harus diselesaikan.
“Jadi, barang-barang kita udah keluar, tanpa ngomong ke kita. Itu udah dibooking dua hari, sampai tanggal 9. Hari ini tanggal 8, kami dah dikeluarin, padahal sampai tanggal 9 baru check-out. Itupun mereka udah catat, bahwa ini tuh bisa diperpanjang, karena Mandala ada nge-MC, lanjutnya ada wedding juga,” beber Deanova, pada Jumat (8/12/2023).
“Jadi, kejadian ini, yang sebenarnya kita udah...sekali lagi ya...kita udah booking kamar dua hari. Udah kita DP-in semuanya. Lima puluh persen-lima puluh persen. Aman harusnya. Tapi kenapa kita kok malah diusir?” tutur Mandala tak habis pikir.
“Dari jam empat sore, barang-barang kita udah dikeluarin,” sambung Deanova.
Mandala menyebutkan, tidak hanya dirinya yang diusir paksa dari hotel, melainkan ada kawan lain dalam rombongan yang juga disuruh check-out sebelum waktunya.
“Dan barang-barang dikeluarin tanpa konfirmasi. Itu kaget, bener-bener kaget kita. Dan kejadian itu terjadi tidak hanya sama saya, tapi terjadi sama kawan-kawan yang lain,” lanjut Mandala senewen.
Deanova menceritakan penyebab kekisruhan ini adalah kesalahan pihak hotel, di mana mereka salah meng-input tanggal check-out, yang seharusnya tanggal 9 Desember, menjadi maju sehari, yaitu tanggal 8 Desember.
“Jadi kronologinya adalah, tadi tuh Mandala nge-MC, sebenernya kita check-in kemarin, sama panitia kita di-check-in dua hari. Tapi, tadi aku dengerin panitia ngomong sama hotel, panitia dah ngasih tahu dua hari, dan ada kertasnya (sudah dicatat di kertas). Hotel minta kertas itu untuk dicatat lagi, diinput. Dan ternyata salah input,“ terang Deanova.
“Cuma, salahnya adalah ketika mereka salah input, kan bukan kesalahannya kita ya. Mereka tidak sopannya, keluarin barang-barang kita dari hotel. Dari kamar. Dan itu kondisi barang-barang masih berantakan. Belum aku rapihin,” imbuhnya.
Deanova juga memosting video penampakan koper pakaiannya yang rusak pada bagian kuncinya. Ia menjelaskan di caption, bahwa kopernya adalah TSA Lock.
Kunci TSA (Transportation Security Administration) adalah sistem kunci keamanan global dengan kode kombinasi bagi pemilik bagasi untuk mengunci, sekaligus memberi otoritas keamanan global untuk memeriksa tanpa merusaknya.
“koper saya ini tsa lock.. kalian paksain brg sy kemasin brg saya maksain nutup koper saya dg seenaknya skrng koper sy gk bs dtutup gmna saya balik k jkt? Ini masuk perusakan loh??” tulis Deanova.
Hal yang paling membuat Deanova kesal adalah, pihak hotel dengan lancang menyentuh barang-barang pribadinya, yaitu pakaian dalam seperti celana dalam dan lingerie yang seharusnya tidak boleh dipegang lelaki lain selain suaminya.
“Tapi kan kita nggak tahu harus check-out. Tiba-tiba barang udah ada di lobi. Dan itu adalah barang-barang pribadi yang intim. Celana dalam kotor, daleman kotorlah, yang seharusnya tidak boleh dipegang orang lain.”
“Aku itu nggak salaman dengan lelaki lain, selain suami aku. Aku menjaga bangetlah. Tidak bersentuhan dengan lelaki lain. Tapi barang-barang pribadi aku dipegang oleh bellboy, dengan lelaki lain,” sesal Deanova.
Mandala melanjutkan kalimat Deanova, “dan di situ juga ada tas aku. Ada uang, ada dompet, ada ATM, ada Credit-card, ada KTP, pokoknya.”
“Perhiasan juga...,” sambung Deanova.
“Ada perhiasan juga. Dan mereka dengan seenaknya memindahkan seperti jemuran,” pungkas Mandala.
Menurut Deanova, pihak hotel hanya meminta maaf, dan justru menawarkan kamar lain, tetapi kamar 'smoking room'.
Akibat insiden ini, Mandala mengalami kerugian secara materi dan non-materi. Ia terpaksa menghentikan tugasnya sebagai MC, karena harus mengurus barang-barangnya yang dikeluarkan secara paksa.
Saat ini, Mandala dan istrinya telah mengajukan somasi kepada pihak hotel yang telah merugikannya. Ia menunjuk Erick Herlangga, A.Md.Par., SH. dan Rinto Wardana sebagai pengacara untuk melakukan panggilan secara resmi kepada pihak hotel.
Apabila pihak hotel tidak merespons panggilan tersebut dalam waktu tiga sampai empat hari, maka perkara akan dilanjutkan ke jalur hukum, menuntut secara pidana dan juga perdata. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi