Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peran Humas PTKIN dalam Mendukung Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia

Radar Semarang • Sabtu, 8 November 2025 | 00:06 WIB
Zidnie Ilman Elfikri, S.S, M.Pd, Ketua Forum Humas PTKIN/Humas UIN Salatiga
Zidnie Ilman Elfikri, S.S, M.Pd, Ketua Forum Humas PTKIN/Humas UIN Salatiga

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Isu lingkungan hidup dewasa ini menjadi perhatian global yang tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab moral dan spiritual umat manusia.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui gagasan ekoteologi berupaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran ekologis.

Ekoteologi menempatkan alam bukan sekadar sebagai objek pemanfaatan, melainkan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang memiliki nilai intrinsik dan perlu dijaga keberlanjutannya.

Dalam konteks tersebut, peran Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi krusial dalam mengomunikasikan, menanamkan, dan memperluas pemahaman ekoteologi di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Humas PTKIN, sebagai garda depan komunikasi institusi, memiliki peran strategis dalam membangun citra dan opini publik yang positif terhadap komitmen kampus terhadap isu lingkungan.

Melalui strategi komunikasi publik yang terencana, Humas dapat mengartikulasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam berbagai bentuk kegiatan komunikasi — seperti publikasi ilmiah populer, kampanye digital, seminar, hingga pemberitaan kegiatan ramah lingkungan di kampus.

Dengan demikian, Humas tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang menggerakkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keislaman.

Selain fungsi komunikatif, Humas PTKIN berperan sebagai penghubung antara kebijakan Kemenag RI dengan pelaksanaan program lingkungan di tingkat kampus.

Misalnya, ketika Kemenag mendorong program green campus atau eco pesantren, Humas dapat memastikan bahwa setiap kegiatan, kebijakan, dan inovasi lingkungan yang dilakukan oleh PTKIN terpublikasi secara luas dan berdampak pada peningkatan kesadaran publik.

Publikasi tersebut tidak semata membangun reputasi institusi, tetapi juga memperkuat posisi Kemenag sebagai pelopor gerakan keagamaan yang peduli terhadap keberlanjutan bumi.

Lebih jauh, Humas PTKIN juga memiliki tanggung jawab dalam membangun literasi ekologis berbasis teologi melalui narasi-narasi komunikatif yang kontekstual.

Dengan pendekatan komunikasi yang inklusif dan berbasis nilai religius, Humas dapat menanamkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah, dan bahwa tanggung jawab ekologis adalah refleksi keimanan.

Dalam hal ini, peran Humas tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga edukatif dan transformatif.

Oleh karena itu, dalam mendukung implementasi ekoteologi Kemenag RI, Humas PTKIN perlu mengembangkan strategi komunikasi yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability communication).

Hal ini mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia Humas, pemanfaatan teknologi informasi secara kreatif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak — mulai dari lembaga pemerintah, komunitas hijau, hingga media massa.

Sinergi ini akan memperluas jangkauan pesan ekoteologi dan menjadikannya bagian integral dari budaya akademik dan religius di lingkungan PTKIN.

Dengan demikian, Humas PTKIN tidak hanya berperan dalam membangun citra institusi, tetapi juga menjadi katalisator gerakan moral dan spiritual untuk merawat bumi. Peran ini sejalan dengan visi Kemenag RI dalam membumikan nilai-nilai keagamaan yang ramah lingkungan, serta meneguhkan agama sebagai sumber etika ekologis bagi peradaban yang berkelanjutan.(sas)

Oleh : Zidnie Ilman Elfikri, S.S, M.Pd, Ketua Forum Humas PTKIN/Humas UIN Salatiga

Editor : Tasropi
#Kemenag RI #UIN Salatiga