Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Lonjakan Harga Kemasan pada Beban Keranjang Belanja

R
Penulis: Radar Semarang❯
Novia Uut Puspitasari, SETenaga Kependidikan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unika Soegijapranata
Novia Uut Puspitasari, SE Tenaga Kependidikan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unika Soegijapranata

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, Belakangan ini, konsumen seringkali terkejut saat membayar total belanja.

 Meski harga bahan pangan inti terkadang stabil, akan tetapi harga akhir pada nota akan merangkak naik.

Advertisement

Salah satu faktor "tersembunyi" yang menjadi beban berat adalah biaya kemasan.

Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius dari berbagai sektor, mulai dari pedagang kecil hingga industri besar. Lonjakan ini terjadi secara cepat dan berdampak langsung pada harga barang sehari-hari, terutama produk yang menggunakan kemasan plastik.

Advertisement

Fenomena kenaikan harga kemasan tidak terjadi begitu saja. Beberapa faktor global dan domestik saling mempengaruhi dan saling berkaitan,  yang diantaranya adalah :

  1. Bahan Baku Plastik: Harga bijih plastik (polimer) sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah dunia.
  2. Gangguan Rantai Pasok dan Logistik : Jalur distribusi internasional mengalami hambatan, sehingga biaya logistic meningkat tajam.
  3. Permintaan Tinggi di Dalam Negeri : Ketidakseimbangan antara permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas menyebabkan harga semakin terdorong naik.

Kondisi ini turut memberi tekanan pada pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada plastik sebagai kemasan utama.

Kenaikan biaya operasional membuat sebagian pelaku usaha harus mengurangi penggunaan atau mencari alternatif, meski belum semua memiliki akses terhadap kemasan ramah lingkungan.

Kenaikan harga plastik ini menjadi pengingat bahwa sektor usaha kecil sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan pendukung.

Tanpa intervensi yang tepat, tekanan biaya berpotensi mengurangi daya saing usaha kecil, terutama di sektor kuliner dan perdagangan harian.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Hari Asuransi 2026 - Literasi Asuransi untuk Negeri, BNI Life Edukasi UMKM Kota Semarang

Hari Asuransi 2026 - Literasi Asuransi untuk Negeri, BNI Life Edukasi UMKM Kota Semarang

Rangkaian kegiatan Hari Asuransi Nasional 2026, Dewan Asuransi Indonesi bersama PT BNI Life Insurance ingatkan pelaku UMKM di Semarang akan pentingnya memiliki asuransi sebagai jaminan keamanan dalam perlindungan usaha.

Sensus Ekonomi 2026: Martabat Ekonomi Desa, dan Arah Pembangunan Jawa Tengah

Sensus Ekonomi 2026: Martabat Ekonomi Desa, dan Arah Pembangunan Jawa Tengah

Fenomena ini menciptakan kerentanan baru di tingkat rumah tangga. Dalam konteks ketidakpastian inilah, Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang berlangsung secara serentak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer