Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Samakan Persepsi Regulasi, GP Farmasi Gelar Rakerprov

Sulistiono • Rabu, 26 Januari 2022 | 21:08 WIB
Ketua GP Farmasi Provinsi Jawa Tengah, Andre Widjajanto,saat memberikan sambutan Rakerprov, yang di gelar di Semarang, Rabu (26/1/2022). (Istimewa)
Ketua GP Farmasi Provinsi Jawa Tengah, Andre Widjajanto,saat memberikan sambutan Rakerprov, yang di gelar di Semarang, Rabu (26/1/2022). (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Regulasi sektor kesehatan yang dinamikanya cukup cepat perubahannya, menuntut para pelaku usaha Farmasi untuk terus update dan mengikuti dinamika yang ada. Apalagi di saat pandemi sempat mengalami kevakuman.

Demikian diungkapkan Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Provinsi Jawa Tengah, Andre Widjajanto, usai membuka Rakerprov 2022, di Semarang, Rabu (26/1/2022). Menurutnya dengan peraturan-peraturan baru, semua anggota GP Farmasi perlu memahami dan menyamakan persepsi.

“Melalui Rekerprov ini kami ingin menyamakan persepsi, karena persepsi pelaku usaha dengan persepsi dari regulator itu bisa berbeda, sehingga pemenuhan akan regulasi ini dapat berjalan dengan baik dan pelaku usaha dapat menjalankan aktivitasnya bisa tenang memenuhi peraturan yang ada,” ungkap Andre Widjajanto.

Ketua GP Farmasi Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, salah satu regulasi yang cukup krusial adalah terkait perijinan, dimana pelayanan atas perijinan usaha farmasi saat ini di ubah menja di satu pintu.

“Pelayanan satu pintu ini memang ada kemudahan-kemudahan seperti pengurusan online, namun karena ini masih awal-awal sehingga masih ada kendala-kendala teknis yang perlu disempurnakan, apalagi jumlah apotek di Jateng ini mencapai empat ribu lebih, tentu ini tidak mudah menyamakan persepsi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Direkrut PT Zenith Pharmaceutical ini.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Semarang, Dra. Sandra M.P Linthin, M.Kes.,Apt, saat ini yang menjadi ancaman keamanan kesehatan global adalah Resistensi Antimikroba (AMR) dapat memengaruhi tidak hanya kesehatan manusia, namun juga kesehatan hewan dan lingkungan yang disebabkan penggunaan obat antibiotik yang ekstensif.

“Penggunaan obat antibiotik secara ektensif ini tidak terlepas mudahnya masyarakat memperolehnya, karena itu menjadi tugas kita bersama untuk menekan peredaran obat yang tidak memenuhi standart dan ketentuan,” ujar Sandra Linthin.

Rakeroprov GP Farmasi yang di gelar selama sehari ini di ikuti seluruh anggota dari 35 kabupaten/kota, pengusaha toko obat dan apotek, selain pengusaha industri Farmasi dari Semarang, Solo, Tegal dan Kedu. (sls/web/bas) Editor : Sulistiono
#Rakerprov #gp farmasi