Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Asyik Begadang di Pos Kamling, Tiga Pemuda Diteror Suara Gamelan Dari Kebun Bambu

Sulistiono • Kamis, 6 November 2025 | 12:45 WIB
ilustrasi :Tiga orang anak muda yang sedang begadang di Pos Kamling ketakutan mendengar suara misterius. ((ai/Sulistiono)
ilustrasi :Tiga orang anak muda yang sedang begadang di Pos Kamling ketakutan mendengar suara misterius. ((ai/Sulistiono)

RADARSEMARANG.ID - Kebiasaan begadang biasa dilakukan Supadi, 27, saat masih tinggal di kampung di kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. 

Kini, pria yang akrab dipanggil Paidi ini tengah merantau di kota Semarang, bekerja sebagai karyawan sudah hampir 3 tahun, dia merantau di Semarang. 

 Baca Juga: Niat Cari Arsip Penelitian di Gedung Tua, Mahasiswa di Semarang Ini Malah Melihat Penampakan

Paidi memiliki cerita horor yang pernah dialaminya sewaktu begadang bersama teman-temannya di kampung. 

Begadang Malam Minggu

Saat pulang kampung, satu kebiasaan yang tak pernah dilewatkan adalah begadang bersama dua temannya, Joko dan Sarno setiap malam minggu.

Mereka bertiga,biasanya nongkrong di pos kamling dekat pertigaan kampung. Biasanya mereka cuma ngopi, ngobrol, dan menunggu ayam berkokok jelang pagi.

Tapi malam itu, sekitar Pukul 00.30,  tiba-tiba ketiganya merasakan angin malam dingin sekali, kabut mulai turun dari arah kebun bambu yang ada di belakang pos kamling.

 Baca Juga: Niat Bulan Madu di Villa Bandungan, Pengantin Baru Ini Malah 'Diusir' Sosok Menyeramkan

Lampu jalan di pertigaan yang hanya berkekuatan 10 watt mendadak padam, termasuk lampu didalam pos kamling. 

Dari kejauhan, mereka mendengar suara gamelan samar-samar pelan tapi jelas.

Padahal di kampung saat itu sedang tidak ada yang hajatan. Ketiganya saling berpandangan, antara heran dan bertanya-tanya.

Kowe krungu pora Jok? (kamu dengar enggak Jok),” tanya Paidi. 

“Iyo, Di, kok suorane soko arah kebon  pring yoyo  (Iya, Di, kok suaranya dari arah kebun bambu ya),” jawab Joko waktu itu.  

Ketiganya terdiam saat itu,sembari mengamati arah suara gamelan yang semakin jelas, diiringi suara sinden lirih menyanyikan tembang Jawa kuno baru kali itu mereka dengar. 

Di tengah-tengah mereka mendengarkan suara gamelan itu, tiba-tiba, tiga ekor anjing yang dari tadi berada tak jauh dari mereka menggonggong bersahutan.

 Baca Juga: Pulang Begadang, Mahasiswa Ini Dihadang Hantu Perempuan Berwajah Seram dan Membonceng Motornya

Sarno, yang paling berani, mengajak mereka memastikan asal suaranya. Karena bertiga, Paidi dan Joko menyanggupi ajakan itu.

Mereka berjalan pelan ke arah kebun bambu yang berada dibelakang pos kamling. Ketiganya masuk ke dalam rerimbunan kebun bambu. 

Hawa yang sangat dingin langsung menyergap tubuh mereka, seperti ada kabut dari bawah tanah.

Dan di antara batang-batang bambu,mereka melihat kerumunan orang berpakaian seperti penari wayang, wajah mereka pucat, matanya kosong.

Di tengah-tengahnya, duduk seorang perempuan berbusana sinden putih, rambutnya panjang menjuntai ke tanah.

Paidi, Sarno dan Joko hanya bisa diam terpaku menyaksikan penampakan itu. Saat mereka masih terpaku. Tiba-tiba semua berhenti bergerak. Suasaa kembali sunyi.

Seketika perempuan yang menjadi sinden itu menoleh ke arah ketiganya, dan tanpa membuka mulut, suaranya terdengar persis dikepala mereka.

Ora usah melu nonton (tidak usah ikut nonton),” pekik suara perempuan itu.

Suara itu membuat Joko langsung jatuh pingsan. Sementara Paidi dan Sarno kabur sekuat tenaga ke pos kamling, tapi suara gamelan itu ikut mengejar, makin cepa dan semakin keras suaranya.

Sampai akhirnya suara gending gamelan itu mendadak berhenti. Dan,semuanya kembali sunyi. 

Ke esokan paginya, Paidi, Sarno di bantu warga lainnya kembali ke kebun bambu itu untuk mengevakuasi Joko yang semalam pingsan.

Saat mereka masuk ke dalam kebun bambu itu, Joko tengah terduduk di salah satu pohon bambu dalam keadaan linglung dan lemas. Oleh warga, dia kemudian dibawa ke Balai RW.

Sementara saat Paidi cerita tentang suara gamelan semalam, tak ada satupun warga yang mendengar suara apa pun malam itu.

 

"Katanya tiap malam dia mimpi menabuh gamelan di kebun bambu, dikelilingi penari tanpa wajah," ungkap Paidi. 

Sejak kejadian itu Paidi kapok begadang di pos kamling, tapi beralih ke bergiliran di rumah mereka.

"Begadangnya masih, cuma sekarang dirumah, gantian," tutur Paidi tergelak. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kebun Bambu #nongkrong #Cerita Horor #misterius #sinden #Horor #suara misterius #kisah mistis #begadang #mistis #suara gamelan