RADARSEMARANG.ID - Rina dan Dimas, pasangan muda yang baru saja melangsungkan pernikahan baru bisa menjalani bulan madu tiga bulan setelah hari pernikahan.
Karena ingin suasana bulan madu yang berbeda, pasangan yang tinggal di salah satu perumahan elite dikawasan Sambiroto itu memutuskan menyewa sebuah villa di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang.
"Kita cari tempat yang hawanya sejuk, syahdu tapi gak terlalu jauh dari kota Semarang, jadi kita putuskan nyewa sebuah Villa di daerah Bandungan," tutur Dimas mengawali kisahnya kepada RadarSemarang.ID.
Setelah browsing-browsing, keduanya sepakat memilih sebuah Villa berasitektur jadul yang baru saja direnovasi.
Dari luar, bangunannya tampak megah, bergaya kolonial dengan dinding putih kusam dan jendela besar berbingkai kayu.
"Villanya tempatnya agak pelosok, posisi diatas pegunungan dan viewnya kayaknya keren waktu saya lihat di internet," ucap Dimas mengungkapkan alasannya memilih Villa tersebut.
Menjelang weekend, minggu ketiga bulan September, Kamis siang, menggunakan mobil pribadi, keduanya meluncur ke Bandungan. Perjalanan Semarang-Bandungan mereka tempuh kurang lebih 1 jam.
Saat pasangan pengantin baru ini tiba di Villa, seorang pria tua yang ternyata adalah penjaga Villa menyambut mereka dengan senyum kaku dan memperkenalkan diri, bernama Suroso.
Dia kemudian mengantar mereka masuk ke dalam untuk melihat kamar dan fasilitas yang ada.
Begitu masuk ke kamar, aroma lembap langsung terasa. Cat di langit-langit sedikit mengelupas, dan di pojok ruangan berdiri cermin besar dengan bingkai kayu berukir motif bunga. Rina sempat merasa tidak nyaman, tapi Dimas menenangkannya.
"Mas, aku koK gak enak ya, agak gimana gitu hawanya," kata Dimas menirukan ucapan istrinya waktu itu.
Melihat kegalauan istrinya, Dimas berusaha meredamnya.“Tenang aja, Rin. Villa tua, wajar kalau agak spooky,” kata Dimas.
Dan, cerita horor pasangan muda inipun dimulai ketika malam pertama mereka berdua tinggal di Villa tersebut.
Malam itu hujan turun deras. Listrik sempat beberapa kali berkedip. Saat Dimas ke kamar mandi, Rina melihat bayangan lewat di cermin.
Bayangan perempuan berambut panjang, berdiri di belakangnya. Tapi ketika ia menoleh, tak ada siapa-siapa.
Rina menatap lagi ke arah cermin. Kali ini, cermin itu menunjukkan sesuatu yang berbeda, pantulan kamar mereka terlihat sedikit lebih gelap dan sosok perempuan itu masih berdiri di sana, menghadapnya dengan kepala menunduk.
“Mas…” Rina memanggil suaminya pelan.
Tak ada jawaban dari suaminya. Air di kamar mandi berhenti mengalir.
“Mas Dimas?”panggil Rina kembali.
Perlahan, pintu kamar mandi terbuka. Tapi yang keluar bukan Dimas. Sosok perempuan yang tadi di cermin melangkah keluar dari sana, tubuhnya basah kuyup, rambutnya menutupi wajah.
Melihat penampakan itu, Rina menjerit kencang dan berlari ke pintu, tapi gagangnya tak bisa dibuka, terkunci dari luar. Rina membanting-banting pintu, menjerit memanggil suaminya. Saat ia menoleh, perempuan itu sudah berada sangat dekat, berbisik lirih:
Baca Juga: Cerita Horor Kurir Paket Antar Barang ke Rumah yang Sudah Lama Tidak Berpenghuni, Bertemu Sosok Ini
“Villa ini bukan milik kalian,” bisik sosok perempuan berwajah seram itu.
Seketika Rina pingsan di dekat pintu keluar. Tubuhnya ditemukan suaminya dalam keadaan tergeletak dilantai.
Dimas yang panik melihat istrinya tergeletak dilantai dalam keadaan pingsan, langsung meminta pertolongan Suroso, yang tinggal di perkampungan di bawah Villa.
"Saat pak Suroso datang, dia sepertinya tahu apa yang menimpa istri saya. Dia kemudian memberi Rina segelas air putih, setelah itu istri mulai siuman," tutur Dimas.
Setelah siuman, Rina sempat menangis sambil menunjuk ke arah cermin dan kamar mandi, sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
Dimas yang penasaran dengan kejadian apa yang dialami,sempat mencoba bertanya tapi istrinya malah menangis. Dimas mengaku waktu itu tambah kebingungan.
"Waktu saya tanya pak Suroso, dia hanya menggeleng pelan, tapi matanya sempat melihat ke sekeling ruangan, saya yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan," cetusnya.
Akhirnya setelah satu jam berlalu, Rina sudah mulai tenang dan mampu mengontrol emosinya.
"Setelah agak tenang, dia langsung bilang mas ayo pulang malam ini juga..kita pulang pokoknya," kata Dimas menirukan permintaan istrinya.
Meski masih diliputi kebingunan dan penasaran, Dimas akhirnya menuruti permintaan istrinya itu, jam 11 malam, mereka turun kembali ke Semarang malam itu juga.
"Gak jadi bulan madu mas, istri pengen langsung pulang ke rumah," kata Dimas.
Keesokan paginya, Rina sakit hingga beberapa hari. Tubuhnya demam,sesekali dia mengigau ketakutan seperti melihat sesuatu yang menyeramkan. Kondisi itu berlangsung selama satu minggu. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi