RADARSEMARANG.ID - Gara-gara berteduh didepan bangunan kantor perusahaan swasta dikawasan Jalan S Parman, Aryuni (27), warga Indraprasta Semarang mendapat pengalaman mistis yang baru pertama kali dialaminya.
Aryuni mengaku tidak menduga jika perjalanan pulang dari menengok temannya di daerah Tembalang melihat peristiwa horor yang akan menjadi kenangan hidupnya.
Perempuan yang biasa disapa Yuni itu menceritakan kejadian horor yang dialaminya baru saja terjadi pada awal Agustus lalu.
Selasa sore dia mendapat kabar jika teman sekerjanya saat setelah tiba dikosnya usai pulang dari kantor.
Yuni yang mendapat kabar sahabatnya sakit dikosnya, langsung bergegas naik ke kawasan Tembalang untuk menjenguk teman sekerjanya itu.
"Saya sore itu langsung dari rumah di Indraprasta naik ke Tembalang, karena teman saya ini sendiri dikos, jauh dari keluarga dan tidak punya saudara di Semarang," ungkap Yuni.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih menit dari tempat tinggalnya, Aryuni tiba ditempat kos sahabatnya.
Baca Juga: Cerita Horor Karyawan Swasta di Semarang Ini 'Diteror' Lemparan Sapu Lidi saat Duduk di Taman Kantor
"Saat saya tiba dikosnya memang badannya panas tinggi, langsung saya boncengkan ke klinik untuk diperiksa dokter," tuturnya.
Setelah mengantar ke klinik dan mengantar pulang temannya kembali ke kos, sekitar jam delapan malam dia kembali ke rumahnya.
Apesnya saat ditengah perjalanan ketika sampai di Jalan S Parman, tiba-tiba turun hujan yang cukup lebat.
"Tumben biasanya gak hujan tapi malam itu hujan deras pas ditengah jalan. Dan karena gak bawa jas hujan, mau gak mau saya terpaksa nyari tempat berteduh mas," tuturnya.
Kebetulan tak jauh dari situ ada sebuah kantor yang halamannya terbuka,sehingga dia bisa langsung numpang berteduh.
Kantor itu bangunan berlantai dua, dimana bangunan lantai bawah hanya dilengkapi pintu dengan kaca kecil ditengahnya dan satu jendela berkaca yang tidak terlalu lebar.
"Di sebelah kanan bangunan kantor ada pos satpam yang saat itu tidak ada yang berjaga, mungkin securitynya belum datang," duga Yuni.
Ketika itu dia berteduh didepan pintu bangunan lantai satu tersebut. ujan deras disertai petir bersahutan.
Saat tengah melamun menunggu hujan reda. Isengdie melihat ke kaca pintu yang tembus pandang kedalam ruangan.
"Saat iseng lihat kedalam kaca itu, aku lihat didalam itu ada seorang ibu berpakaian jaman dulu, pakai kebaya,umurnya setengah sama anaknya kira-kira umur sepuluh tahunan," ungkap Yuni.
Baca Juga: Cerita Horor Warga Pucang Gading Semarang Lari Terbirit-birit saat Melihat Patung Ini di Museum
Ibu dan anak itu terlihat berjalan mondar-mandir didalam ruangan.
"Jalannya itu yang perempuan maju mundur maju mundur aja, yang anaknya itu lompat-lompat keliling ruangan itu. Wajah ibunya itu putih pucat,rambut panjang lebih sebahu, terus yang anak kecilnya kepala plontos agak besar ukurannya tapi badannya kecil pendek dan cuma pakai celana kolor," jelasnya.
Melihat hal itu. Yuni langsung mengalihan pandangan ke halaman kantor tersebut.
“Namun hantu perempuan itu sempat melirik ke aku,seolah tahu dia sedang saya intip dari kaca pintu,” imbuhnya.
Aryuni emudian mengalihkan pandangannya ke arah halaman kantor yang ada didepannya, namun beberapa saat kemudian secara refleks Aryuni melihat ke arah jendela kantor itu yang terletak disebelah kanannya, karena merasa ada yang melihatnya. Dan, benar.
"Dari jendela kaca itu, saya lihat ibu dan anak itu mengintip dari balik jendela. Saya sempat berpandandangan, wajah ibu dan anaknya itu nempel dikaca jendela, dengan wajah sedikit agak menyeringai, mata mendelik dan mulutnya terbuka lebar tapi ke atas,” tuturnya dengan nada sedikit agak takut.
Melihat pemandangan itu Aryuni ketakutan, dia langsung lari ke arah pos yang ada disisi kanan halaman kantor tersebut, meski saat itu hujan deras masih mengguyur.
“Karena takut, saya lari pindah ke pos security meski dipos itu belum ada petugasnya yang jaga,” imbuhnya.
Tak berselang lama, pettugas security kantor itu datang dan diapun sempat ngobrol. Aryuni karena penasaran kemudian bertanya tentang penghuni yang ada di ruangan lantai satu kantor tersebut.
"Maaf pak, apakah yang ruangan itu ada yang menghuni ibu dan anak?," tanyanya sembari menunjuk ruangan yang ada diseberangnya.
Jawaban Satpam bikin dirinya terkejut dan sempat membuat jantungnya berhenti berdetak.
“Itu ruangan kosong mbak, sudah lama kosong gak ditempati. Kalau mbaknya lihat ada ibu dan anak didalam, berarti mbaknya melihat penampakan yang tunggu ruangan kosong itu,” jawab sang security.
Sontak jawaban itu membuat Aryuni kaget,seketika dia langsung memutuskan pergi meski saat itu juga hujan masih deras.
“Langsung seketika aku cabut, padahal masih hujan deras, bapaknya satpam sempat mencegah suruh nunggu hujan reda,tapi saya sudah takut,” pungkas Aryuni menutup obrolan. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi