RADARSEMARANG.ID - Di Kota Semarang ada sekolah yang bersebelahan dengan bersebelahan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Konon, kawasan ini menyimpan kisah mistis dan kerap ada penampakan. Penjaga sekolah sering mendengar suara tangisan saat malam Jumat Kliwon.
Sekilas bangunan sekolah tampak biasa dan seperti sekolah pada umumnya. Tetapi di halaman depan sekolah ada pohon preh yang berusia ratusan tahun.
Disitulah diyakini menjadi tempat tinggal makhluk gaib. Apalagi di dekat kamar mandi ada pohon beringin dan berbatasan langsung dengan TPU. Karuan saja, aura mistis langsung terlihat ketika menjelang surup.
"Lha itu cukup angker sana, apalagi pohon beringin banyak penunggunya," kata penjaga Sekolah, sebut saja Nur.
Ia menceritakan, sebelum pandemia da tower telekomunikasi yang dipindah. Saat itu banyak siswa yang dihantui dan pingsan.
Sebagian anak kesurupan saat ada kegiatan kemah persami. “Kami mengundang orang pintar untuk mengobati siswa yang kesurupan," ujarnya.
Saat libur sekolah, hanya satpam yang berjaga secara bergantian di dua shift. Saat berjaga di malam hari, utamanya di malam Jumat Kliwon, terdengar suara orang menangis dan tercium bau kembang. Suara tangisan terdengar cukup jelas dari arah belakang sekolah.
"Saya di sini sejak tahun 2000. Pernah sekilas orang berjalan lalu menghilang saat dicari," ujarnya.
Meski angker saat malam, petugas jaga sekolah tetap berjaga. Mereka yakin jika tidak mengganggu, maka tak akan diganggu. Bahkan, saat ini, pihak sekolah selalu menggelar selamatan di Jumat kedua setiap bulannya.
"Pada Bulan Suro biasanya juga dilakukan selamatan. Agar semua selamat dan tidak ada gangguan," tambahnya. (fgr/fth)
sekolah yang bersebelahan dengan bersebelahan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Konon, kawasan ini menyimpan kisah mistis dan kerap ada penampakan. Penjaga sekolah sering mendengar suara tangisan saat malam Jumat Kliwon.
Sekolah itu berada di daerah Semarang Selatan. Sekilas bangunannya tampak biasa dan seperti sekolah pada umumnya. Tetapi di halaman depan sekolah ada pohon preh yang berusia ratusan tahun.
Disitulah diyakini menjadi tempat tinggal makhluk gaib. Apalagi di dekat kamar mandi ada pohon beringin dan berbatasan langsung dengan TPU. Karuan saja, aura mistis langsung terlihat ketika menjelang surup.
"Lha itu cukup angker sana, apalagi pohon beringin banyak penunggunya," kata penjaga Sekolah, sebut saja Nur.
Ia menceritakan, sebelum pandemia da tower telekomunikasi yang dipindah. Saat itu banyak siswa yang dihantui dan pingsan.
Sebagian anak kesurupan saat ada kegiatan kemah persami. “Kami mengundang orang pintar untuk mengobati siswa yang kesurupan," ujarnya.
Saat libur sekolah, hanya satpam yang berjaga secara bergantian di dua shift. Saat berjaga di malam hari, utamanya di malam Jumat Kliwon, terdengar suara orang menangis dan tercium bau kembang. Suara tangisan terdengar cukup jelas dari arah belakang sekolah.
"Saya di sini sejak tahun 2000. Pernah sekilas orang berjalan lalu menghilang saat dicari," ujarnya.
Meski angker saat malam, petugas jaga sekolah tetap berjaga. Mereka yakin jika tidak mengganggu, maka tak akan diganggu.
Bahkan, saat ini, pihak sekolah selalu menggelar selamatan di Jumat kedua setiap bulannya.
"Pada Bulan Suro biasanya juga dilakukan selamatan. Agar semua selamat dan tidak ada gangguan," tambahnya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi