RADARSEMARANG.ID, Salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah membaca, dalam hal ini memahami teks.
Tarigan (1979) menyebutkan bahwa proses menerima informasi dalam aktivitas membaca adalah melalui pemahaman pola-pola bahasa dalam gambaran tulisan.
Membaca pemahaman adalah membaca kognitif, yaitu membaca untuk memahami Samsu Somadayo (2011: 11) dan tujuan utama membaca pemahaman adalah memeroleh pemahaman.
Baca Juga: Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Rangkaian Listrik melalui Eksperimen
Membaca pemahaman adalah kegiatan membaca yang berusaha memahami isi bacaan/teks secara menyeluruh.
Tingkat pemahaman bacaan siswa kelas XII SMA Negeri 12 masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari capaian hasil belajar pada keterampilan membaca yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) secara klasikal.
Dari hasil observasi proses pembelajaran dan wawancara dengan siswa, diketahui bahwa rendahnya tingkat pemahaman siswa disebabkan kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki siswa.
Penguasaan kosakata siswa dalam memahami teks sangat rendah sehingga siswa mengalami kesulitan untuk memahami teks.
Oleh karena itu, penulis melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata melalui teknik permainan word wheel menggunakan aplikasi berbasis web spin wheel.
Permainan tersebut merupakan inovasi penulis yang merupakan adaptasi dari aplikasi berbasis spin wheel yang digabung dengan teknik pemahaman bacaan guessing from context untuk meningkatkan kemampuan kosakata siswa.
Penulis menerapkan teknik ini pada pembelajaran teks naratif yang merupakan teks dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
Untuk permainan Word Wheel, penulis memasukkan 10 kosakata yang relevan dengan teks yang akan dipelajari kedalam aplikasi.
Selanjutnya, guru meminta siswa untuk maju ke depan dan mengklik mesin spin wheel. Pada wheel atau lingkaran yang berisi kosakata akan berputar dan pada saat lingkaran tersebut berhenti, guru meminta siswa untuk membaca kalimat asal kata tersebut pada teks dengan cermat (skimming).
Kemudian siswa diminta untuk mencoba memprediksi makna kata dengan memilih sinonim kata tersebut pada sticky note yang ditempel guru di papan tulis.
Setelah siswa memilih padanan kata, guru menanyakan kebenaran dari prediksi tersebut kepada siswa lain dan memberikan konfirmasi. Permainan ini dilakukan sampai dengan 10 kata yang sudah diinput dalam mesin spin wheel.
Apabila merasa masih perlu, maka guru dapat melakukan beberapa kali putaran permainan, dengan input kosakata yang dibutuhkan untuk dieksplorasi. Sehingga perbendaharaan kata siswa meningkat dan kemampuan untuk secara prediktif memahami makna kata dalam teks juga semakin meningkat.
Permainan word wheel membawa dampak yang postif pada peningkatan motivasi siswa dalam memahami teks naratif.
Dari hasil wawancara dengan siswa, setelah berlatih kosakata melalui permainan tersebut, siswa tidak lagi merasa kesulitan dalam memahami teks naratif yang tadinya mereka anggap sulit.
Siswa juga merasa senang dan tertantang untuk mengeksplorasi kosakata dalam bahasa Inggris dan merasa perbendaharaan kosakatanya meningkat. (nop2/lis)
Oleh : Eny Widiastuti, S.Pd., M.Pd.
Guru SMAN 12 Semarang
Editor : Tasropi