Pentingnya Mengelola Emosi pada Remaja

Tasropi • Dipublikasikan Selasa, 13 Februari 2024 | 18:11 WIB
Dewi Fatihatuzulfa, S.Psi
Dewi Fatihatuzulfa, S.Psi

RADARSEMARANG.ID, Ada pepatah yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah.

Bisa diartikan  masa remaja adalah fase pekembangan hidup manusia yang paling menyenangkan.

Karena di masa itu banyak kebutuhaan remaja yang bisa terpenuhi oleh orang tuanya.

Baca Juga: Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Terhadap Prestasi Matematika

Seperti uang saku, transportasi, kebutuhan komunikasi. Bahkan sampai kebutuhan gaya hidup pun ada beberapa orang tua yang bisa memenuhinya.

Kebutuhan remaja sekarang ini tidak hanya yang terlihat secara fisik tetapi sebagian lagi kebutuhan yang tidak terlihat.

Seperti  kebutuhan kasih sayang, rasa aman,  penghargaan, dan aktualisasi diri.

Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi bukanlah suata masalah, namun kenyataannya banyak kebutuhan remaja yang belum terpenuhi karena berbagai alasan.

Remaja yang belum terpenuhi secara kasat mata misalnya kebutuhan uang saku dan sepeda motor mungkin kondisi orang tua secara ekonomi belum ada.

Tetapi jika yang belum terpenuhi adalah  kebutuhan psikologis  dan mental, penyebabnya bisa dari pola asuh orang tuanya, pengaruh lingkungan tempat remaja berada, dan lingkungan sekolah.

Kebutuhan remaja yang belum terpenuhi tersebut membuatnya mudah marah, kecewa, tidak menaati tata tertib sekolah.

Bahkan sampai ada remaja yang mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup.

Berbagai perasaan tersebut akibat dari remaja belum bisa mengendalikan dirinya.

Cara berpikirnya masih pendek karena dorongan dari remaja bahwa segala sesuatu harus dipenuhi dengan cepat.

Menurut Asrori dan Ali (2016), remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa.

Suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar.

Usia remaja adalah proses mencari jati diri. Segala keinginannya ingin dipenuhi sesegera mungkin tanpa melihat akibat yang ditimbulkan.

Fenomena akhir-akhir ini banyak terjadi, yang dilakukan remaja tanpa berpikir panjang sehingga mengakibatkan dampak serius di kemudian hari.

Misalnya penggunaan obat-obatan terlarang, seks bebas, bunuh diri, hamil di luar nikah, dll. Perilaku tersebut tidak tiba-tiba datang begitu saja.

Tentu saja banyak faktor penyebabnya. Salah satunya adalah belum terbentuknya pengendalian diri yang baik dalam diri remaja.

Salah satu ciri remaja  yang cenderung menginginkan segala sesuatu cepat terpenuhi, mereka tidak melibatkan pikiran rasionalnya.

Yang ada dalam pikirannya bagaimana suatu hal bisa didapat atau diselesaikan.

Pengendalian emosi yang baik akan membantu remaja dalam memecahkan persoalan dari yang sederhana sampai dengan masalah yang besar.

Dalam memecahkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya mengomunikasikan dengan orang yang kompeten.

Dalam hal ini konseling dengan guru BK di sekolah adalah cara yang efektif untuk mengungkapkan semua perasaan yang ada di hati.

Guru BK akan menggali semua yang ada di pikiran, perasaaan, dan perilaku. Dengan begitu siswa merasa bebannya akan lebih berkurang.

Yang kedua peran keluarga akan sangat berpengaruh dalam pengendalian diri remaja.

Keluarga yang perhatian, komunikatif, dan memiliki rasa empati akan membantu memberikan bantuan karena orang tua adalah orang yang paling mengenal anaknya dari kecil dan mempuyai pengalaman hidup yang banyak.

Yang ketiga adalah kondisi remaja itu sendiri.

Remaja yang berwawasan luas, mempunyai keinginan dan kesadaran untuk terbuka dalam sebuah persoalan akan mudah diajak bersama-sama berkomunikasi menyelesaikan masalah.

Dapat disimpulkan remaja sebagai manusia yang masih dalam mencari jati diri akan mengalami perubahan psikologis, mental, dan perilaku.

Salah satu karakter remaja adalah semua keinginannya ingin segera terpenuhi. Dalam memenuhinya remaja kadang tidak melihat situasi, sehingga ada masalah yang harus diselesaikan dengan mengendalikan emosi.

Jika remaja bisa mengendalikan emosi dengan baik maka banyak masalah yang bisa diselesaikan secara bijak tanpa harus mengorbankan masa depannya. (nop2/lis)

 

Oleh : Dewi Fatihatuzulfa, S.Psi

Guru BK, SMK Negeri 1 Kutasari Purbalingga

Editor : Tasropi
Guru BK Dewi Fatihatuzulfa SMK Negeri 1 Kutasari mengelola emosi masa remaja