RADARSEMARANG.ID, MEMBACA merupakan jendela untuk membuka cakrawala pengetahuan dunia.
Oleh karena itu, keterampilan membaca merupakan modal dasar yang sangat krusial untuk menunjang keberhasilan belajar siswa.
Membaca merupakan suatu proses sensoris, membaca dimulai dari melihat, kemudian dilanjutkan dengan proses meresepsi, menginterpretasi, serta menganalisis yang dilakukan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan yang sampaikan oleh seorang penulis dalam media tulisan.
Baca Juga: Peradaban Diwariskan melalui Tulisan
Menurut Heilman, dalam Suwaryono Wiryodijoyo (1989: 1), membaca ialah pengucapan kata-kata dan perolehan arti dari barang cetakan.
Kemampuan membaca permulaan sangat penting diajarkan pada siswa kelas rendah.
Karena dengan kemampuan membaca siswa dapat memahami bahasa, sehingga penting untuk diajarkan dengan baik oleh guru kelas rendah.
Anderson dalam Tarigan (2008:7) mengatakan proses membaca permulaan sangatlah kompleks dan rumit.
Karena melibatkan aktivitas fisik dan mental, sehingga sangatlah perlu diberikan secara maksimal pada siswa kelas rendah.
Oleh karena itu, guru harus betul-betul menyiapkan kesiapan anak tersebut pada taraf sebelumnya.
Ada dua hal yang harus diperhatikan guru dalam proses perkembangan membaca anak.
Yang pertama adalah guru harus selalu sadar bahwa membaca merupakan sesuatu yang diajarkan dan bukan sesuatu yang terjadi secara insidental dan yang kedua membaca bukanlah subjek melainkan suatu proses
Hasil pencatatan menunjukkan bahwa dari peserta didik kelas 3 SDN Jogonegoro 1 masih sebanyak 45 persen yang masih belum mempu membaca permulaan.
Demikian juga setelah dilakukan pemeriksaan pada lembar kegiatan peserta didik, ternyata sebagian besar belum dapat memahami maksud dari pertanyaan dan peserta didik hanya dapat membaca saja tanpa tahu maksud dari kalimat tanya.
Bertolak dari kenyataan yang ada, guru perlu melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia dengan lebih inovatif lagi yaitu menggunakan cerita bergambar untuk mengatasi kesulitan belajar membaca permulaan peserta didik kelas 3 SDN Jogonegoro 1.
Langkah-langkahnya antara lain, guru menggunakan media kartu gambar cerita. Di dalam kartu terdapat gambar dan di bawahnya terdapat cerita singkat.
Dengan adanya gambar diharapkan peserta didik akan tertarik membaca ceritanya.
Hasil pembelajaran menunjukan adanya peningkatan kemampuan membaca khususnya pada pengenalan kalimat menggunakan media gambar bercerita.
Media cerita bergambar ini membawa dampak positif dalam usaha meningkatkan aktivitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Dengan menggunakan media gambar bercerita, peserta didik dapat dengan mudah dan cepat dalam membaca cerita bergambar yang sudah disediakan oleh guru.
Penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam kelas.
Dari peserta didik yang tadinya pendiam dan pemalu menjadi lebih berani karena mereka bisa menunjukan cara menyelesaikan soal dengan menggunakan media kartu gambar secara cepat dan mudah.
Dengan menggunakan media kartu gambar telah menunjukan peningkatan hasil belajar kemampuan membaca. (nop/lis)
Oleh : Fibria Kusumaningrum, S.Pd.SD.
Guru SDN Jogonegoro 1, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang
Editor : Tasropi