Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pendidikan Masa Kini Berorientasi pada Siswa

Tasropi • Selasa, 23 Januari 2024 | 18:07 WIB
Suparmi, S.Pd AUD Guru TK Tunas Muda Ngabean, Kec. Secang, Kabupaten Magelang
Suparmi, S.Pd AUD Guru TK Tunas Muda Ngabean, Kec. Secang, Kabupaten Magelang

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini  menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (PPD).

Dikenal sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa atau learner-centered approach.

Pembelajaran berpusat pada siswa didasari pada tiga prinsip utama program tahapan bagi anak.

Baca Juga: Mudah Pahami IPS melalui Teknik Card Sort

Yaitu kontruktivisme, pelaksanaan yang sesuai dengan perkembangan, dan pendidikan progresif (Salahudin, A., & Alkrienciehie, 2013: 168).

Model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dirancang untuk menyediakan sistem belajar yang fleksibel sesuai dengan kehidupan dan gaya belajar siswa.

Lembaga pendidikan dan guru tidak berperan sebagai sentral melainkan hanya sebagai penunjang (Oemar Hamalik, 2004: 201).

Dalam pendekatan ini, fokus utama adalah pada kebutuhan, minat, kemampun dan perkembangan peserta didik.

Tujuan utamanya untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan dan motivasi belajar siswa.

Berikut adalah beberapa prinsip utama dari pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik :

1. Pembelajaran yang dipersonalisasi.Guru berusaha untuk mengenal setiap siswa secara individual, memahami gaya belajar mereka, minat dan tingkat kemampuan. Dengan informasi ini, guru dapat merancang pengalaman pembelajaran yang sesuai untuk setiap siswa.

2. Kolaborasi. Pembelajaran kolaboratif ditekankan di mana siswa diajak untuk bekerja sama dalam kelompok, berdiskusi dan memecahkan masalah bersama. Ini membantu mengembangkan keterampilan sosial, kemampuan berpikir, kritis dan pemecahan masalah.

3. pemecahan masalah aktif. Siswa didorong untuk aktif dalam pembelajaran mereka. Mereka diajak untuk mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menciptakan solusi untuk masalah. Guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang membimbing proses ini.

4. pembelajaran berbasis proyek. Proyek-proyek belajar yang berorientasi pada masalah dunia nyata sering digunakan dalam pendekatan ini. Siswa diberi tugas untuk menyelesaikan proyek-proyek yang relevan dengan materi pelajaran, yang memungkinkan mereka untuk menghubungkan teori dengan praktik.

5. penilaian formatif. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran. Guru memberikan umpan balik kepada siswa untuk membantu mereka memahami perkembangan mereka dan untuk memperbaiki pemahaman mereka.

6. penggunaan teknologi. Teknologi sering digunakan sebagai alat pendukung dalam pendekatan ini. Bisa berupa penggunaan perangkat lunak pembelajaran. Platfom daring atau alat-alat lain yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.

7. pengembangan kemampuan metakognitif. Siswa diajarkan untuk menjadi sadar akan caa mereka belajar dan bagaimana mengatur waktu. Juga sumber daya, dan strategi untuk mengoptimalkan pembelajaran mereka sendiri.

 8. Lingkungan belajar yang inklusif. Pendekatan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yanh inklusif dan aman, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihargai.

Pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik bertujuan membantu siswa mengembangkan kemandirian, pemikiran kritis, kolaborasi,dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pembelajaran.

Dengan cara ini pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi setiap individu, meningkatkan motivasi belajar fan hasil akademik. (*/lis)

 

Oleh : Suparmi, S.Pd AUD

Guru TK Tunas Muda Ngabean, Kec. Secang, Kabupaten Magelang

Editor : Tasropi
#menurunkan gula darah #Berorientasi pada Siswa #Suparmi #pendidikan masa kini