Bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya bahasa, maka bahasa dimasukkan ke dalam salah satu mata pelajaran pokok yang wajib dipelajari oleh peserta didik.
Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan.
Keterampilan menulis merupakan salah satu kemampuan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat mengungkapkan ide-ide serta gagasan untuk mencapai tujuannya.
Menulis juga merupakan salah satu cara mengekspresikan pikiran atau perasaan dalam bentuk tulisan. Metode pembelajaran menulis di SMP/MTs fokus pada kemampuan menulis teks, di antaranya teks deskripsi, cerpen, eksplorasi, puisi rakyat, dan lain sebagainya.
Puisi rakyat merupakan salah satu objek dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 7. Syair merupakan salah satu jenis puisi rakyat. Syair jenis puisi lama yang pada setiap baitnya terdiri atas empat baris yang akhirannya berbunyi sama.
Jika dilihat dari strukturnya, syair sangat terikat pada aturan-aturan, seperti jumlah baris dalam satu bait, berapa banyak jumlah suku kata, berapa banyak jumlah bait dalam setiap syair, terikat pada aturan tentang rima dan irama.
Syair biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu hal yang panjang, seperti cerita, agama, cinta, nasihat dan lain sebagainya. Hal inilah yang menjadikan bait dalam suatu syair ini sangat banyak dan panjang.
Syair merupakan karya yang sudah membumi dan digemari oleh masyarakat. Syair merupakan curahan hati yang bersifat liris. Subjektif atau lebih menunjukkan perasaan pribadi seseorang.
Pembelajaran menulis syair di kurikulum merdeka masih dikembangkan dan masih menjadi pembelajaran di sekolah, baik pada tingkat SD, SMP /MTs maupun SMA.
Syair dapat digunakan sebagai sarana untuk mengasah kepedulian siswa terhadap masalah-masalah sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai pengarahan yang mendidik.
Pembelajaran menulis syair dimaksudkan untuk membantu peserta didik memperoleh wawasan yang luas agar terampil berpikir kritis dan kreatif serta mampu bertindak efektif dalam menyelesaikan masalah di kehidupan nyata (Kemendikbud,2014:66). Kemampuan menulis syair di MTs Negeri 2 Kendal masih cukup memprihatinkan.
Untuk itu, guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran menulis syair. Upaya yang dilakukan adalah guru menerapkan Metode Menulis Berantai (MMB). Metode ini melibatkan peserta didik aktif mengembangkan daya khayal, imajinasi dan dapat langsung menghasilkan syair.
Pembelajaran menulis syair dengan metode (MMB) dilaksanakan dengan langkah- langkah sebagai berikut: Pertama, guru menentukan tema syair yang akan dikembangkan oleh siswa.
Kedua, siswa diminta menyiapkan buku latihan.
Ketiga, setelah tema ditentukan, setiap siswa diminta menuliskan satu atau dua baris syair pada sebuah buku latihan.
Keempat, pada akhir baris siswa diminta untuk menuliskan namanya.
Kelima, siswa diminta menyerahkan syair di buku latihan kepada teman di sebelah kanannya. Siswa yang menerima buku latihan, meneruskan (menyambung) baris tersebut dengan menambahkan beberapa baris lagi.
Keenam, setiap baris, siswa menuliskan namanya dengan tujuan untuk mengetahui penulis baris yang sesuai tema.
Ketujuh, setelah siswa kedua melanjutkan beberapa baris, buku latihan kembali berpindah searah jarum jam sampai waktu yang ditentukan guru.
Kedelapan, setelah kegiatan menulis berantai selesai, siswa diminta mengembalikan buku latihan tersebut kepada pemilik aslinya (siswa yang menulis baris pertama).
Kesembilan, pemilik buku diminta membaca syair yang disusun berantai secara keseluruhan dan menandai baris yang tidak sesuai dengan tema dan syarat-syarat syair.
Pembelajaran menulis syair dengan menggunakan metode menulis berantai ini sangat memotivasi siswa dalam belajar. Sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya (khususnya menulis syair). Suasana belajar pun lebih kondusif dan menyenangkan. (on/aro)
Guru MTs Negeri 2 Kendal
Editor : H. Arif Riyanto