RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika adalah abstrak. Penuh simbo-simbol dan istilah-istilah dengan pembuktian deduktif merupakan pendekatan intelektual yang sangat bermanfaat bagi perkembangan matematika.
Oleh karena itu, perlu memperhatikan beberapa sifat atau karakteristik pembelajaran matematika di sekolah, yaitu pembelajaran matematika adalah berjenjang, mengikuti metode spiral, menganut kebenaran konsisten (Herman Hudojo, 2001:4 )
Seorang guru harus mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami materi pembelajaran yang disajikan.
Sehingga kesulitan yang dialami siswa segera diketahui dan segera pula guru mencari cara pemecahan masalah untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa.
Rendahnya nilai matematika belum menunjukkan nilai ketuntasan belajar siswa sesuai yang diharapkan.
Sama halnya di SD Negeri Salatiga 12, banyak siswa kurang tepat dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari tentang pengerjaan hitung bilangan pecahan dengan langkah yang benar.
Untuk menyelesaikan masalah ini, guru lebih menekankan pada pemahaman soal cerita itu sendiri yang mencakup apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan jawaban akhir seperti yang dikehendaki dalam soal cerita.
Menurut Geoge Polya (Erman Suherman,2001:99), langkah-langkah praktis dan tersusun secara sistematis dalam memecahkan masalah, sehingga dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.
Pemecahan masalah memuat empat langkah dalam penyelesain, yaitu: memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai rencana, dan melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan.
Agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita bilangan pecahan hendaknya guru memberikan motivasi kepada siswa dengan mengarahkan siswa dalam menuliskan apa yang diketahui dari soal cerita? Apa yang ditanyakan?
Baca Juga: Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PPKn dengan Wordwall
Menuliskan kalimat matematika dan menyelesaikan kalimat sesuai aturan pengerjaan, serta memeriksa kembali dengan mencocokkan hasil akhir dengan hasil sebelumnya.
Pada artikel ini penulis menggunakan langkah-langkah Polya yang digunakan dalam menyelesaikan soal cerita bilangan pecahan.
Langkah Polya tersebut menyediakan kerangka kerja yang tersusun rapi, sehingga dapat membantu siswa dalam menyelesaikan soal cerita, khususnya matematika.
Adapun penjabaran dari empat fase langkah-langkah Polya yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah adalah sebagai berikut:
Pertama, pemahaman masalah. Siswa harus dapat memahami kondisi soal atau masalah yang ada pada soal tersebut dengan membaca berulang-ulang masalah, pahami kata demi kata, serta kalimat demi kalimat.
a. Siswa mampu menganalisis soal. Hal ini dapat dilihat apakah siswa tersebut paham dan mengerti terhadap apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal.
b. Siswa mampu menuliskan apa yang ditanyakan dalam bentuk kalimat matematikanya.
Kedua, perencanaan penyelesaian. Siswa harus dapat memikirkan langkah-langkah apa saja yang penting dan saling menunjang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.
Pada tahap ini yang harus dilakukan siswa adalah:
a. Siswa dapat mencari suatu cara yang dapat membantu merumuskan masalah.
b. Siswa dapat mencari operasi operasi hitung apa yang digunakan dan menyusun kalimat matematikannya.
Ketiga, pelaksanaan rencana. Siswa harus dapat membentuk sistematika soal yang lebih baku. Dalam arti operasi hitung apa yang akan digunakan pada soal.
Kemudian siswa mulai memasukkan data hingga menjurus ke rencana pemecahan, dan melaksanakan langkah-langkah rencana sehingga diharapkan soal dapat diselesaikan.
Keempat, peninjauan kembali. Siswa harus meninjau atau memeriksa kembali langkah pemecahan masalah yang digunakan.
Pada tahap ini, siswa mengecek kebenaran dari hasil perhitungan yang telah dikerjakan, serta mengecek sistematika dan tahap-tahap penyelesaiannya apakah sudah benar atau belum.
Baca Juga: Peningkatan Hasil Belajar Perkalian Bentuk Bilangan Pecahan dengan Examples Non Examples
Dengan mengunakan metode polya ini siswa dapat memahami dan mengetahui tentang materi soal cerita bilangan pecahan. Sehingga siswa dapat menyelesaikan soal cerita bilangan pecahan dengan benar dan memperoleh rasa percaya diri dalam menerapkan metode polya yang sudah dipelajari. (on/aro)
Oleh: Sutiyem, S.Pd.
Guru SD Negeri Salatiga 12
Editor : Agus AP