RADARSEMARANG.ID, Secara karakteristik, anak SD terbagi menjadi empat karakter. Yaitu, senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau memperagakan sesuatu secara langsung.
Saat ini, pelajaran Bahasa Indonesia di SD masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan susah untuk dipahami sebagian siswa.
Untuk mengatasi masalah ini, guru dapat mengadakan pembelajaran yang bersifat menyenangkan bagi siswa.
Di kelas II SD Negeri Getasan, khususnya pada materi Simbol-Simbol Pancasila, dalam proses pembelajaran seperti siswa kurang termotivasi dalam belajar.
Oleh karena itu, penulis memilih inovasi pembelajaran, yakni menggunakan metode pembelajaran card sort atau kartu sortir.
Metode pembelajaran kartu sortir adalah metode pembelajaran kooperatif di mana siswa bergerak secara aktif dan dinamis mencari pasangan kartu.
Tujuan penerapan metode card sort ini adalah untuk mengaktifkan setiap individu sekaligus kelompok (cooperative learning ) dalam belajar.
Metode card sort ini terdapat gerakan fisik, diutamakan dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang letih dan bosan.
Adapun langkah-langkah metode pembelajarannya card sort: pertama, guru membacakan kemudian menjelaskan materi pelajaran yang dibahas pada model tersebut.
Guru menyiapkan pasangan kartu yang satu berisi gambar simbol Pancasila dan satunya berisi bunyi Pancasila. Kedua, siswa menerima pasangan kartu yang telah disiapkan.
Kartu yang dibagikan guru kepada siswa tidaklah pasangannya (telah diacak). Bisa jadi peserta didik memegang kartu yang berisi gambar simbol Pancasila atau bunyi Pancasila saja.
Baca Juga: Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pemilihan Ketua OSIS
Ketiga, siswa membacakan kartu yang berisi gambar simbol Pancasila atau bunyi Pancasila dengan posisi berdiri.
Jika kartu yang diterima berisi gambar simbol Pancasila, maka peserta didik yang memegang bunyi Pancasila dari kartu yang diterima akan berdiri pula untuk menjawab dan sebaliknya.
Keempat, siswa dibagi menjadi 4-5 kelompok. Tiap kelompok saling berkompetisi memasangkan kartu yang telah disiapkan keseluruhan.
Kelompok yang bisa menyelesaikan pasangan kartu dengan waktu paling cepat dan jumlah benar paling banyak akan mendapatkan penghargaan.
Kelima, dari model pembelajaran ini setiap siswa mampu memasangkan kartu dengan jumlah lima pasang dalam waktu satu menit.
Siswa dengan waktu tercepat dan mampu memasangkan pasangan kartu dengan tepat dan cepat akan mendapatkan penghargaan.
Metode card sort ini merupakan metode yang menciptakan pembelajaran yang bersifat kerja sama, saling menolong, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan lewat permainan kartu.
Berdasarkan metode tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa metode card sort digunakana dalam melengkapi strategi belajar agar lebih bervariatif dan menarik bagi peserta didik.
Sebagai seorang guru saat ini dituntut untuk menjadi guru yang aktif dan kreaif dengan memperhatikan tumbuh kembang anak.
Dengan menggunakan metode pembelajaran ini, diharapkan peserta didik merasa senang dan mudah mengingat pembelajaran serta mampu membuat pemahaman setiap materi.
Selain itu, minat belajar peserta didik juga menjadi meningkat. (on/aro)
Oleh: Ramiyati, S.Pd.
Guru SD Negeri Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
Editor : Agus AP