RADARSEMARANG.ID, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs/sederajat yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.
Masa studi siswa jenjang SMK dilaksanakan selama tiga sampai dengan empat tahun. SMK yang menerapkan masa studi pembelajaran selama empat tahun, yang terbagi menjadi tiga tahun masa studi di sekolah dan satu tahun di industri jurusan terkait.
SMK merupakan pendidikan menengah kejuruan yang menciptakan generasi penerus bangsa berjiwa kewirausahaan agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan atau minimal menjadi owner sebuah usaha.
Dalam kurikulum pendidikan di SMK, terdapat mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan (PKK) yang diberikan sejak kelas XI.
Mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik melalui pendekatan pembelajaran berbasis projek untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis.
Mata pelajaran ini dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi peserta didik untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha (entrepreneur) dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan internal dan eksternal SMK.
Capaian pembelajaran PKK pada akhir fase F adalah peserta didik mampu mengaktualisasikan kompetensi-kompetensi konsentrasi keahlian yang dipelajarinya dengan menghasilkan produk (barang dan/atau layanan jasa) yang sesuai, inovatif, memiliki nilai ekonomis dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Di sisi lain, peserta didik juga akan mampu membangun usaha (berwirausaha) yang berkelanjutan dengan memanfaatkan peluang yang tersedia, baik usaha yang terkait dengan keahlian kejuruannya maupun usaha-usaha lainnya yang lebih sesuai dengan perkembangan pasar.
Di SMK Negeri 4 Kendal, terdapat enam konsentrasi keahlian, salah satunya Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang juga ditanamkan jiwa wirausaha.
Para peserta didik kelas XI RPL dari awal dilatih bagaimana menciptakan sebuah produk atau layanan jasa yang dapat disukai konsumen dan memiliki potensi jual tinggi.
Tidak mudah mengajak peserta didik untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Namun dengan penuh semangat, para peserta didik sudah mulai menuangkan ide-ide kreatif sebagai ide jualan.
Pangsa pasar mereka adalah seluruh warga sekolah, lingkungan tempat tinggal atau masyarakat umum.
Para peserta didik diberi bekal pengetahuan bagaimana cara menciptakan produk, menghitung harga jual, pengemasan sampai dengan pemasaran yang dapat dilakukan secara langsung menggunakan media offline maupun online.
Selain itu, peserta didik dibekali kegiatan Workshop Digital Marketing oleh Pondok IT Jogjakarta yang telah dilaksanakan pada Senin-Rabu (21-23 Agustus 2023) lalu di Aula SMK Negeri 4 Kendal dengan materi teori dan praktik tentang TikTok Shop dan Facebook Ads.
Strategi utama pembelajaran yang digunakan untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha secara produktif dan kreatif juga dirancang agar dapat menguatkan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam berbagai aspek.
Di antaranya, Ketuhanan, Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif, Gotong Royong dan Berkebhinekaan Global.
PKK akan semakin berkembang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, tidak hanya bisa digunakan masyarakat Indonesia sendiri, tetapi juga sudah banyak hasilnya yang diekspor ke mancanegara.
Mata pelajaran PKK ini bertujuan membentuk dan menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan kompetensi softskills dan hardskills melalui pengalaman nyata. (ipa1/aro)
Oleh : Iddha Aryanti, S.Kom.
Guru Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 4 Kendal
Editor : Agus AP