Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Belajar Materi Recount Text dengan Model Pembelajaran Berdiferensiasi

Tasropi • Sabtu, 2 September 2023 | 00:25 WIB

 

Margiyanti, S.Pd.
Margiyanti, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa Inggris membantu siswa menyiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam pembelajaran bahasa Inggris bersifat dinamis dan fluid, yaitu memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dalam pemilihan teks atau jenis aktivitas belajarnya.

Pembelajaran bahasa Inggris memiliki peluang untuk mencapai profil Pelajar Pancasila melalui materi teks tertulis, visual, teks oral, maupun aktivitas-aktivitas yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar.

Bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Patean Kendal, sekarang tahun kedua mengalami pengalaman belajar dengan Kurikulum Merdeka. Karena saat duduk di kelas VII sudah mengalami belajar dengan kurikulum yang sama.

Pada pembelajaran recount text bagi siswa kelas VIII, penulis menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Karena pembelajaran berdiferensiasi mengakomodasi kebutuhan belajar siswa.

Guru dapat memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhannya. Sebab, setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama.

Kedua, merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar). Ketiga, mengevaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlangsung. 

Pemetaan kebutuhan belajar merupakan kunci pokok kita untuk dapat menentukan langkah selanjutnya.

Jika hasil pemetaan tidak akurat, maka rencana pembelajaran dan tindakan yang dibuat dan lakukan akan menjadi kurang tepat.

Untuk memetakan kebutuhan belajar siswa, kita juga memerlukan data yang akurat baik dari siswa, orang tua/wali, maupun dari lingkungannya.

Pemetaan kebutuhan belajar siswa, penulis bekerja sama dengan guru Bimbingan dan Konseling kelas VIII.

Pengalaman penulis menerapkan pembelajaran recount text dengan model pembelajaran berdiferensiasi, setelah melakukan kegiatan pendahuluan (apersepsi) serta menyampaikan tujuan atau topik pembelajaran pada siswa.

Maka tahapan selanjutnya adalah :

(1) Siswa duduk berkelompok sesuai hasil pemetaan kebutuhan belajar;

(2) Guru menjelaskan materi pembelajaran secara garis besar;

(3) Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan secara berkelompok yaitu menuliskan pengalaman mereka sesuai dengan gaya belajar masing-masing kelompok (A: video/foto; B: membuat mind mampping; C: membuat gambar);

(4) Guru menunjuk salah kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas kelompok lain menanggapi;

(5) Guru memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh siswa;

(6) Guru memberikan evaluasi;

(7) Dengan mengajukan pertanyaan siswa membuat kesimpulan.

Baca Juga: Penulis Novel Dilan Pamerkan Enam Lukisan di Semarang Contemporary Art Gallery 

Setelah pembelajaran selesai, penulis memberikan penilaian formatif dan meminta siswa memberikan komentar pembelajaran berdiferensiasi.

Hasil penilaian sangat memuaskan, karena 85 persen siswa tuntas belajar dengan rata-rata mencapai 90, dan 95 persen siswa menyatakan sangat senang dengan pembelajaran berdiferensiasi. (*)

 

Oleh: Margiyanti, S.Pd.

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Patean Kendal

Editor : Agus AP
#Model Pembelajaran Berdiferensiasi #Materi Recount Text #tuntas belajar