Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang dengan Media Puzzle

Agus AP • Sabtu, 10 Juni 2023 | 05:59 WIB
Muhammad Nur Hidayat, S.Pd.
Muhammad Nur Hidayat, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Dalam perkembangan zaman ini, banyak guru mencari cara mengajar dengan cepat, tepat, serta menyenangkan dengan teknik mengajar yang didesain sedemikian rupa dengan bantuan video pembelajaran.

Dengan adanya kemajuan IPTEK ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas dan bersaing. Penerapan pembelajaran yang produktif, imajinatif, dan menyenangkan pun harus di-push sedini mungkin.

Mengajar matematika untuk siswa kelas VI bukan hanya melanjutkan materi dari kelas sebelumnya saja. Namun guru tetap harus memberikan asesmen awal saat ingin memberikan materi kepada siswa.

Contohnya di kelas VI SD Negeri 5 Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal ini pada materi bangun ruang. Awalnya diberi soal dari kelas IV dan V. Setelah mengetahui hasilnya, ternyata banyak siswa yang belum paham tentang apa itu bangun ruang.

Siswa sudah tertidur pulas waktu adanya pandemi, dan setelah pandemi berakhir siswa serasa dipacu untuk bisa. Hal ini bagi guru merupakan tantangan tersendiri yang mau tidak mau harus bisa memecahkan problematika tersebut.

Sebagai solusinya, maka guru menggunakan media puzzle sebagai sarana visual untuk memperjelas suatu materi kepada siswa. Dengan media puzzle ini diharapkan siswa mampu memahami materi bangun ruang.

Yudha (2007) dalam Khomsoh (2013) menyebutkan bahwa puzzle adalah suatu gambar yang dibagi menjadi potongan-potongan gambar yang bertujuan untuk mengasah daya pikir, melatih kesabaran, dan membiasakan kemampuan berbagi.

Tiyani (2013:1) dalam Arina (2020) menjelaskan bangun ruang adalah suatu bangun yang memiliki daerah yang membatasi bagian dalam dan bagian luar serta memiliki ruang di dalamnya. Puzzle yang digunakan adalah dengan menggunakan potongan balok kayu yenga berbentuk kubus sebagai satuan kubus dan balok untuk satuan balok. Sebagai rusuknya menggunakan kawat yang di dalamnya nanti disusun beberapa balok atau kubus kecil.

Dengan mengamati secara langsung, siswa tersebut mampu menganalisis ciri – ciri suatu bangun ruang dan mengetahui beberapa luas permukaan serta mampu menghitung volume bangun ruang tersebut dengan satuan kubus atau balok kecil.

Dari praktik yang dilakukan oleh guru tersebut ada beberapa hal yang didapat. Pertama, siswa lebih fokus dengan pembahasan yang dijelaskan oleh guru sambil mereka mengamati puzzle tersebut. Kedua, siswa lebih aktif bertanya kepada guru tentang prosedur cara penggunaannya.

Ketiga, siswa lebih kooperatif terhadap teman sekelompoknya dalam berdiskusi. Keempat, siswa mampu mengembangkan pola pikir imajinatif mereka. Namun ada beberapa kelemahan, yaitu terkadang siswa menggunakan puzzle tersebut menjadi beberapa bentuk lain sesuai dengan imajinasi mereka.

Setelah melakukan pengamatan dan diberikan evaluasi, ternyata dari 12 siswa didapat 50 persen atau 6 siswa mendapatkan nilai sempurna, 16 persen atau dua siswa mendapat nilai 80, serta 34 persen atau empat siswa mendapat nilai 90. Sehingga ketuntasan mencapai 100 persen tuntas.

Kesimpulannya bahwa untuk membangunkan minat belajar yang menyenangkan menurut mereka adalah dengan gaya belajar yang disesuaikan dengan keinginan mereka, yaitu secara visualisasi, auditori, maupun mencoba langsung. Sehingga siswa merasa tidak bosan dan tidak merasa jenuh dengan pembelajaran yang monoton dan pasif.

Siswa secara bertahap mampu mengenal, mengolah, dan menganalisa suatu permasalahan. Sehingga mampu menemukan solusi, meski dengan cara yang berbeda namun didapat hasil yang sama. (*/aro)



Guru Kelas VI SD Negeri 5 Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal Editor : Agus AP
#Media Puzzle #Guru Kelas #Muhammad Nur Hidayat #Pembelajaran Matematika #SD Negeri 5 Gempolsewu #Materi Bangun Ruang