Di MTs N 2 Kabupaten Magelang, mapel PKn juga terus diberikan dari kelas VII hingga kelas IX. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kesadaran warga negara sebagai bagian dari masyarakat, bangsa, dan negara.
Tujuan PKn membentuk karakter warga negara yang berkualitas, memperkuat jati diri, dan kesadaran nasional, serta memupuk rasa cinta pada tanah air dan peduli dengan keadaan sosial. PKn juga berperan untuk menanamkan pikiran kritis dan sikap demokratis masyarakat (Suhariyanto, 2017).
Dari beberapa penyebab kurangnya minat belajar siswa pada PKn, kreativitas dan inovasi pengajar menjadi salah satu faktor yang paling mudah diperbaiki.
Karena peran guru sebagai pengajar dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang menyenangkan diharapkan dapat mengubah minat siswa dalam belajar PKn tanpa harus melibatkan pihak lain di luar sekolah.
Terdapat banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam menyampaikan materi pembelajaran yang salah satunya adalah metode Student Teams Achievement Division (STAD).
Metode pembelajaran STAD adalah salah satu metode pembelajaran yang membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar untuk menyelesaikan sebuah masalah atau persoalan bersama sehingga dapat meningkatkan peran aktif dari setiap siswa dalam sebuah kegiatan belajar mengajar.
Untuk menambah ketertarikan siswa, penyampaian tugas dapat dimodifikasi sedimikan rupa menggunakan media pendukung yang salah satunya adalah puzzle.
Metode pembelajaran STAD puzzle yang diterapkan pada kelas VIII Sains di MTsN 2 Kabupaten Magelang terbukti dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penerapan metode STAD diawali dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan kemampuan yang heterogen Trianto (2010:68).
Masing-masing kelompok memilih paket puzzle secara acak untuk disusun. Sehingga mendapatkan gambar utuh yang nantinya digunakan sebagai petunjuk siswa untuk mendeskripsikan sejarah yang berkaitan dengan gambar.
Siswa dibebaskan mencari referensi dari mana saja selama masih berhubungan dengan gambar yang ada pada puzzle.
Untuk memastikan materi yang dikumpulkan tidak melebar terlalu jauh, ditambahkan gambar lain di belakang gambar utama sebagai petunjuk tambahan. Hasil materi yang dikumpulkan nantinya disusun menjadi sebuah cerita atau deskripsi yang runtut dan dipresentasikan di depan kelas sebagai ganti dari materi yang dijelaskan oleh guru.
Meskipun demikian, guru dapat memberikan penjelasan tambahan untuk memastikan materi yang disampaikan lengkap dan tepat.
Hasil dari implementasi metode STAD menggunakan media puzzle di MTsN 2 Kabupaten Magelang kelas VIII Sains terbukti berjalan sukses. Siswa mengaku menikmati permainan dan lebih memahami materi pembelajaran khususnya pada materi yang mereka kerjakan.
Hasil ujian kelas VIII Sains pun mendapatkan rata-rata nilai terbaik jika dibandingkan dengan kelas lain. Hal terpenting yang dicapai adalah siswa tidak merasa jenuh jika dibandingkan harus mendengarkan penjelasan guru yang mereka rasa membosankan. Khususnya jika materi yang disampaikan berkaitan dengan sejarah.
Pembelajaran PKn yang menyenangkan adalah salah satu tujuan penting dari penggunaan puzzle dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan suasana yang menyenangkan, siswa akan merasa termotivasi dan lebih siap dalam menangkap materi yang diberikan.
Selain itu, penggunaan metode STAD yang berfokus pada kerja kelompok dapat melatih siswa untuk berorganisasi serta memacu siswa untuk berperan aktif dalam menyelesaikan tujuan bersama. (pf2/lis)
Guru MTsN 2 Kabupaten Magelang Editor : Agus AP