Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Data dan Diagram Lebih Mudah dengan Peta Konsep

Agus AP • Sabtu, 29 April 2023 | 06:29 WIB
Muawanah, S,Pd.
Muawanah, S,Pd.
RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan kegiatan bagi setiap orang. Pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, kegemaran, dan sikap seseorang terbentuk dimodifikasi dan berkembang disebabkan belajar. Seseorang dikatakan belajar, bila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku dalam waktu relatif lama.

Perubahan tingkah laku yang berlaku dalam relatif lama itu disertai usaha orang tersebut dari tidak tahu menjadi tahu atau dari tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi mampu mengerjakannya. Tanpa usaha walaupun terjadi perubahan tingkah laku, bukanlah belajar.

Kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku itu merupakan proses belajar, sedang perubahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil belajar.

Belajar merupakan perjalanan yang tidak pernah berakhir dalam pembinaan dan pemahaman diri. Analisis serta perbaikan cara-cara belajar dituntut agar tetap berlangsung berkesinambungan.

Kemampuan untuk menganalisis dan memperbaiki cara belajar dan berpikir perlu dilakukan secara sadar, dan seyogianya tidak berhenti belajar, tidak berhenti mengimplementasikan hasil belajar itu (Sindhunata, 2000: 115).

Perubahan cara dan sistem dalam proses belajar mengajar di sekolah akan berpengaruh terhadap sikap dan kebiasaan belajar siswa. Sikap positif terhadap matematika membuat siswa mengerti terhadap matematika, melihat matematika itu indah dan sikap seperti itu akan mendorong siswa untuk mempelajarinya. (Russefendi, 1980: 131).

Pada hakikatnya, matematika sebagai salah satu ilmu eksak mengharuskan para siswa untuk benar-benar mengerti dan mengusai materi. Karena alasan inilah, sebagian besar siswa mengambil kesimpulan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit, sukar dipahami, dan tidak sedikit siswa kelas VII SMP Negeri 8 Salatiga yang menjadikan matematika sebagai pelajaran yang paling dibenci, jika dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain.

Menurut mereka, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan kurang disukainya matematika, di antaranya metode penyampaian materi yang kurang menarik, pengelolaan kelas yang kurang mendukung, kurang terprogram menyampaikan materi, kurangnya konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran, serta faktor kurangnya latihan, kurangnya pemahaman siswa terhadap suatu materi karena tidak mau membaca terlebih dahulu. Itu artinya anak tidak terbiasa untuk literasi. Budaya membaca pada anak kelas VII masih rendah akhirnya mengakibat nilai literasi juga rendah.

Literasi merupakan salah satu penilaian yang ada di Asesmen Nasional. Peningkatan literasi menjadi tanggungjawab semua pihak bukan hanya guru Bahasa Indonesia saja. Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Tujuan dari literasi adalah membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat, membantu meningkatkan tingkat pemahaman seseorang dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, meningkatkan kemampuan seseorang dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis, membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik didalam diri seseorang, meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan membaca dan menulis, menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi ditengah-tengah masyarakat secara luas, membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu seseorang, sehingga lebih bermanfaat.

Jenis literasi ada beberapa antara lain literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual. Beberapa prinsip literasi adalah seimbang. Bahasa lisan sangat penting, berlangsung pada suatu kurikulum, pentingnya keberagaman.

Salah satu materi pada pembelajaran matematika di kelas VII adalah Data dan Diagram, dalam mengajarkan materi ini penulis ingin mengajak siswa meningkatkan literasi. Sehingga teknik yang dilakukan adalah membagi siswa dalam enam kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 5-6 siswa.

Tugas yang mereka kerjakan adalah membaca terlebih dahulu materinya, baik yang di buku paket maupun sumber yang lain, kemudian mereka berdiskusi untuk membuat rangkuman dan menyusunnya dalam peta konsep.

Di lain pertemuan, setiap kelompok akan presentasi dan menanggapi pertanyaan dari kelompok lain. Ternyata dengan menggunakan teknik ini siswa semakin aktif, bertambah wawasannya terhadap materi Data dan Diagram, kreatif dalam memunculkan ide maupun gagasan dan menyajikan produk yang lebih menarik. (ds1/aro)


Guru SMP Negeri 8 Salatiga Editor : Agus AP
#Peta Konsep #Guru SMP Negeri 8 Salatiga #Diagram #Muawanah #Pembelajaran Data